Sabtu, 20 Jun 2026 16:48 WIB

PGN Percepat Pembangunan GasKita di Sleman, Bidik 12.900 Pelanggan

Pembangunan GasKita ini bertujuan untuk menyediakan akses gas bumi yang hemat, praktis, dan ramah lingkungan bagi warga Yogyakarta. (Foto: PGN for JatimNow.com)
Pembangunan GasKita ini bertujuan untuk menyediakan akses gas bumi yang hemat, praktis, dan ramah lingkungan bagi warga Yogyakarta. (Foto: PGN for JatimNow.com)

jatimnow.com - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) mempercepat pembangunan jaringan gas bumi (jargas) GasKita di Sleman, Yogyakarta.

Langkah itu bertujuan untuk menyediakan akses gas bumi yang hemat, praktis, dan ramah lingkungan bagi warga Yogyakarta. Proyek ini menargetkan sektor rumah tangga, pelanggan kecil, dan komersial.

Baca Juga: Jargas PGN Pasok Energi untuk 15 Ribu Santri Pesantren Dalwa

PGN menggunakan moda beyond pipeline berupa Compressed Natural Gas (CNG) dan membangun infrastruktur Stasiun Pengatur Tekanan (PRS) yang terhubung dengan jaringan pipa distribusi sepanjang kurang lebih 100 kilometer. Infrastruktur ini mampu melayani hingga 12.900 pelanggan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN, Rosa Permata Sari, menjelaskan bahwa Yogyakarta merupakan destinasi wisata utama, dan usaha kuliner berkembang pesat.

"Ini peluang besar bagi PGN untuk mengembangkan jargas di sektor tersebut, termasuk untuk hotel dan rumah sakit," terangnya melalui siaran pers, Kamis (31/7).

Baca Juga: Perkuat Pasokan Gas Nasional, PGN SOR III Kunjungi JTB Bojonegoro

Rosa berharap, peningkatan akses gas bumi akan meningkatkan minat masyarakat Yogyakarta untuk beralih ke energi yang lebih bersih dan efisien. PGN menggandeng PT Kian Santang Muliatama Tbk (KSM) sebagai kontraktor untuk proyek ini.

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari target pengembangan jargas PGN di berbagai wilayah pada tahun 2025, termasuk Medan, Dumai, dan kota-kota besar lainnya.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

PGN menegaskan komitmen terhadap aspek Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (HSSE).

"HSSE bukan hanya prosedur, tetapi budaya kerja. Kami memastikan pekerja mendapatkan induksi keselamatan yang baik agar proyek selesai dengan aman dan bertanggung jawab," tandasnya.

Editor : Tim Jatimnow
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.