Rabu, 17 Jun 2026 21:43 WIB

Kebakaran Hutan di Gunung Penanggungan Juga Bakar Situs Purbakala

Sejumlah relawan dan petugas Perhutani saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Penanggungan.
Sejumlah relawan dan petugas Perhutani saat melakukan pemadaman kebakaran hutan di lereng Gunung Penanggungan.

jatimnow.com – Kebakaran hutan yang terjadi di lereng Gunung Penanggungan sejak beberapa hari lalu, tak hanya meludeskan puluhan hektare lahan hutan. Namun, sejumlah situs purbakala yang berada di lereng Gunung Penanggungan itu juga ikut terbakar.

Nur Aini (41), warga setempat yang turut memadamkan kebakaran hutan di Gunung Penanggungan mengatakan, beberapa situs purbakala ikut terbakar akibat kebakaran hutan.

Baca Juga: Puskesmas Tiron Kediri Terbakar, Api Muncul dari Area Lemari Es Apotek

Situs-situs itu adalah Candi Bayi, Candi Gentong, Candi Pura, Candi Putri, Candi Shinta, Candi Pendowo, Candi Lemari, Candi Naga 1, Candi Naga 2, Candi Kendali Sodo, Candi Carik, Candi Lurah, Candi Kama, Candi Wisnu dan Candi Guru.

“Untungnya, situs-situs yang terbakar itu berasal dari batu,” kata Nur Aini, Rabu (10/10/2018) siang.

Namun, warga tetap khawatir karena lokasinya berada di tengah hutan jalur pendakian Gunung Penanggungan via Jalur Jolotundo.

“Di tengah hutan yang terbakar, rawan ada pohon tumbang. Khawatirnya situs itu tertimpa pohon yang tumbang akibat kebakaran hutan,” tuturnya.

Situs-situs itu diketahui ikut terbakar sejak Selasa (9/10/2018) pagi. Saat itu, kepulan asap putih mulai terlihat di hutan yang berada di Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Rumah di Kediri Terbakar Gegara Obat Nyamuk Saat Pemilik Pergi Mancing

“Saat warga LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Tamiajeng dan sejumlah tim SAR Penanggungan ke lokasi kebakaran, ternyata api sudah berada di bawah Candi Bayi yang lokasinya paling bawah sendiri dari candi-candi lainnya,” kata dia.

Dengan menggunakan alat-alat seadanya, sejumlah warga LMDH Tamiajeng, SAR Penanggungan serta petugas dari Perhutani terus berupaya memadamkan api yang membakar hutan di Gunung Penanggungan itu.

Meski sempat padam pada Selasa (9/10/2018) malam, api kembali menyala pada Rabu (10/10/2018) siang. Kepulan asap kembali terlihat di jalur pendakian Gunung Penanggungan via Kedungudi, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: Rumah Warga di Jember Terbakar Jelang Pesta Pernikahan

“Sejak Rabu siang, kami kembali naik ke lereng Gunung Penanggungan via jalur Kedungudi untuk melakukan pemadaman api. Semalam sudah mati, tapi siang ini nyala lagi,” pungkasnya.


 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.