Rabu, 22 Jul 2026 05:51 WIB

Pertamina Bergerak, Atasi Krisis BBM Gumitir

Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah krisis energi. (Foto: Pertamina for JatimNow.com)
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah krisis energi. (Foto: Pertamina for JatimNow.com)

jatimnow.com - Penutupan jalur nasional Gumitir yang menghubungkan Jember dan Banyuwangi hingga 24 September 2025 menimbulkan tantangan signifikan pada distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Kemacetan panjang di sejumlah titik terdampak memaksa Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus untuk mengambil langkah-langkah strategis guna mencegah krisis energi.

Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI

Penutupan jalur Gumitir, yang berdampak pada 8 SPBU di Bondowoso dan 41 SPBU di Jember, telah memaksa perubahan rute distribusi.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa Pertamina telah mengantisipasi hal ini sejak pertengahan Juli lalu.

"Sebelum penutupan resmi pada 24 Juli 2025, kami telah memetakan rute alternatif: Banyuwangi – Situbondo – Arak-Arak – Bondowoso – Jember," ungkap Ahad. Rute ini menggantikan jalur Banyuwangi-Gumitir yang sebelumnya lebih efisien.

Perubahan rute ini, lanjut Ahad, telah meningkatkan waktu tempuh distribusi secara signifikan.

Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Ekonom UB: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

"Round Trip Hours (RTH) yang biasanya 4 jam kini membengkak menjadi 11 jam akibat kemacetan. Oleh karena itu, kami mengalihkan sebagian suplai ke Pertamina Instalasi Surabaya Group dan Fuel Terminal Malang untuk menghindari penumpukan di Pelabuhan Ketapang," terangnya.

Untuk memastikan pasokan BBM dan LPG tetap terjaga, Pertamina telah mengerahkan 79 mobil tangki tambahan.

"Mobil tangki bantuan ini berasal dari Banyuwangi, Surabaya, dan Malang," jelas Ahad.

Baca Juga: Pertamina dan BPH Migas Pastikan Distribusi BBM Subsidi di Jatim Kembali Normal

"Namun, kita harus memperhitungkan kapasitas maksimal 24 KL mengingat kondisi jalan di rute alternatif," sambungnya.

Sebagai langkah antisipasi lebih lanjut, Pertamina juga akan memanfaatkan jalur distribusi dari Tuban dan Madiun untuk menstabilkan penyaluran BBM dan LPG di wilayah terdampak.

"Kami telah berkoordinasi dengan Satlantas dan Polres setempat untuk memprioritaskan kendaraan pengangkut BBM dan LPG," tutup Ahad.

Editor : Ni'am Kurniawan
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.