Minggu, 21 Jun 2026 13:12 WIB

ITS Dukung Surabaya Wujudkan Zona Kuliner Higienis, Latih Ratusan Pelaku Usaha

Peserta pelatihan higienitas dan sanitasi bagi pengelola dan penjamah makanan yang digelar oleh Pusat Kajian Halal ITS. Foto: Humas ITS for jatimnow.com
Peserta pelatihan higienitas dan sanitasi bagi pengelola dan penjamah makanan yang digelar oleh Pusat Kajian Halal ITS. Foto: Humas ITS for jatimnow.com

jatimnow.com - Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) memberikan dukungan penuh terhadap program Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menciptakan zona kuliner yang higienis dan aman.

Hal itu diwujudkan melalui pelatihan "Peningkatan Kapasitas Pengetahuan Higiene Sanitasi Makanan" bagi pengelola dan penjamah makanan di Auditorium Gedung Research Center ITS, 24-25 Juli 2024.

Baca Juga: 22 Lulusan SMA Santo Carolus Surabaya Berhasil Tembus PTN

Mewakili Wali Kota Surabaya, Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, drg. Bisukma Kurniawati, menyambut baik inisiatif tersebut.

Bisukma menegaskan pentingnya jaminan kebersihan, kesehatan, dan kelayakan konsumsi makanan bagi warga dan wisatawan.

"Mari bersama-sama menjaga mutu makanan dan kuliner untuk mewujudkan kawasan kuliner unggulan Kota Surabaya," ajaknya.

Bisukma menyebut pelatihan ini sebagai wujud nyata kolaborasi Pemkot Surabaya, pelaku usaha, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi. Para penjamah dan pengelola makanan akan menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas pangan.

"Ini momentum penting meningkatkan daya saing kuliner Surabaya yang lebih sehat, aman, dan berkelas," tegasnya.

Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati, mengungkapkan bahwa pelatihan ini sebagai komitmen ITS dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku usaha makanan.

ITS sebelumnya telah aktif mendukung usaha masyarakat melalui berbagai pengabdian, termasuk pendampingan sertifikasi halal untuk 1.000 pelaku usaha pada tahun 2024.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Kami selalu mengintegrasikan syariat agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menghasilkan produk yang memenuhi standar keamanan dan kebersihan," ungkap Bambang.

Ia berharap pelatihan ini akan memberikan manfaat, inspirasi, dan motivasi bagi pelaku usaha untuk memberikan pelayanan terbaik.

Kepala Pusat Kajian Halal ITS, Prof. Setiyo Gunawan, menjelaskan pelatihan diikuti 214 pelaku usaha dari berbagai sektor, termasuk pedagang kantin perguruan tinggi, sentra wisata kuliner (SWK), pasar daging, dan rumah makan.

"Pelatihan ini bagian dari ikhtiar sistematis mewujudkan standar pelayanan pangan yang lebih baik," tuturnya.

Gunawan menambahkan, pelatihan ini bertujuan membantu pemerintah dan pelaku usaha dalam menerapkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 14 Tahun 2021 tentang kewajiban pengelola dan penjamah makanan memiliki pengetahuan dan kompetensi dasar higienitas dan sanitasi.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

Materi pelatihan mencakup kebijakan, pemeliharaan lingkungan dan peralatan pangan, proses produksi makanan, hingga risiko dan penanganan penyakit.

Pelatihan ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 3 (kehidupan sehat dan sejahtera) dan poin 12 (konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab).

Gunawan berharap para peserta dapat menerapkan praktik higienitas dan sanitasi di tempat kerja masing-masing.

"Dengan komitmen bersama, kita dapat membangun sistem pangan yang sehat dan berkualitas di Kota Surabaya," tegasnya.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.