Rabu, 22 Jul 2026 05:54 WIB

PGN Pacu Pembangunan Infrastruktur Gas untuk Atasi Ketimpangan Distribusi Energi

  • Penulis :
  • | Senin, 21 Jul 2025 20:32 WIB
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam diskusi Coffee Morning. Foto: PGN for jatimnow.com
Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam diskusi Coffee Morning. Foto: PGN for jatimnow.com

jatimnow.com – PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), Subholding Gas Pertamina, berkomitmen memperkuat infrastruktur gas bumi nasional untuk memastikan pasokan energi bersih yang andal, terjangkau, dan merata. 

Hal itu diungkapkan Direktur Utama PGN, Arief S. Handoko, dalam diskusi Coffee Morning beberapa waktu lalu.

Arief menjelaskan adanya ketimpangan antara pasokan dan permintaan gas bumi di Indonesia.

Baca Juga: Pabrik Sepeda di Semarang Gunakan Gas Bumi PGN, Produksi Kian Efisien

"Permintaan gas di Sumatera dan Jawa Barat sangat tinggi, sementara pasokan justru berlebih di Jawa Timur," katanya. 

Baca Juga: PGN Raih Penghargaan GCG 2026, Perkuat Tata Kelola di Tengah Disrupsi AI

Kondisi tersebut diperkuat oleh Kurnia Chairi, Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas, yang menyatakan bahwa meskipun pasokan gas nasional mencukupi, distribusi sering terhambat karena ketidaksesuaian lokasi produksi dan konsumsi.

“Secara keseluruhan pasokan kita tidak defisit karena kita ekspor, artinya kita kelebihan gas. Namun, ada lokasi tertentu di mana pembeli berkumpul dan tidak sesuai dengan sumber pasokannya,” jelas Kurnia.

Untuk mengatasi permasalahan ini, PGN memanfaatkan LNG sebagai alternatif pasokan.  Arief menekankan pentingnya keberlanjutan pasokan LNG domestik dengan harga kompetitif. 

"Tantangannya adalah bagaimana PGN dapat memperoleh pasokan LNG secara kontinu dan berkelanjutan dengan harga kompetitif," tambahnya.

Aris Mulya Azof, Ketua Indonesian Gas Society (IGS), menambahkan bahwa pergeseran dari gas pipa ke LNG menimbulkan tantangan baru, terutama dalam struktur harga internasional dan kompleksitas infrastruktur.  Ia menegaskan perlunya kebijakan pemerintah yang terintegrasi.

PGN saat ini tengah mengembangkan berbagai proyek strategis, termasuk pembangunan Pipa Tegal-Cilacap, Terminal LNG Arun, dan revitalisasi FSRU serta tangki penyimpanan.  Investasi infrastruktur gas mencapai 67�ri total capex.

Arief merangkum empat faktor utama yang mempengaruhi kondisi gas nasional: availability (ketersediaan), accessibility (aksesibilitas), affordability (keterjangkauan), dan sustainability (keberlanjutan). 

Baca Juga: Daerah Pesisir Penghasil Migas Diusulkan Dapat Dukungan Fiskal Lebih Besar

Dengan strategi G-A-S (Grow-Adapt-Step Out), PGN berupaya meningkatkan aksesibilitas energi.  Dukungan pemerintah dalam hal harga LNG yang terjangkau sangat penting.

“Dengan dukungan pemerintah, PGN siap menjangkau penyaluran energi bersih ke seluruh wilayah Indonesia,” tegas Arief.

Editor : Ali Masduki
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.