Kamis, 18 Jun 2026 07:35 WIB

Puncak HUT Dekranas ke-45, Mbak Cicha Kenakan Pakaian Motif Khas Kabupaten Kediri

  • Penulis :
  • | Jumat, 11 Jul 2025 19:30 WIB
Mbak Cicha dalam Puncak HUT Dekranas ke-45. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mbak Cicha dalam Puncak HUT Dekranas ke-45. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito tampil anggun mengenakan busana karya perajin lokal Kabupaten Kediri saat menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) ke-45, Rabu (9/7/2025) lalu.

Dalam acara yang dihadiri oleh seluruh Ketua Dekranasda dari berbagai daerah di Indonesia ini, Mbak Cicha memakai kain dan selendang bermotif gringsing yang merupakan khas Kabupaten Kediri. Penampilannya semakin lengkap dengan tas hasil buatan tangan perajin Kabupaten Kediri, sehingga memperkuat citra produk lokal.

Baca Juga: Kak Cicha Buka Pesta Siaga Pramuka di Taman Wisata Ubalan Kediri

Mbak Cicha menuturkan bahwa salah satu bentuk pengembangan produk khas daerah adalah dengan memperkenalkannya dalam ajang berskala nasional. Terlebih, di bawah kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana, motif lidah api dan gringsing telah dipatenkan menjadi motif khas Kabupaten Kediri.

“Jadi tidak hanya mengembangkan wastra nusantara, tetapi juga melestarikan kebudayaan lokal,” cerita Mbak Cicha, di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Jumat (11/7/2025).

Dengan memakai pakaian bermotif khas Kabupaten Kediri, istri Bupati Mas Dhito tersebut berharap masyarakat Kabupaten Kediri semakin bangga terhadap produk lokal. Sehingga kebudayaan lokal lewat wastra dan fashion bisa semakin dikenal lebih luas dan berkelanjutan.

Baca Juga: Mas Dhito Pastikan Pengerjaan Atap Stadion Gelora Daha Jayati Selesai Tahun Ini

“Harapannya masyarakat Kabupaten Kediri bisa lebih memahami dan mencintai kebudayaan lokal lewat wastra dan fashion,” pintanya.

Sementara itu, Ketua Umum Dekranas Selvi Gibran Rakabuming dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya peran aktif Dekranasda untuk mendampingi para pengrajin lokal dalam pengembangan produk.

Baca Juga: Mas Dhito Segera Rehab Puskesmas Tiron Kediri yang Terbakar

“Utamanya yang masih belum tersentuh. Bagi yang belum mempunyai pasar ini justru harus diberikan perhatian khusus, sosialisasi, pembinaan, dan yang paling penting pendampingan,” pesan Selvi.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial dan digitalisasi dalam memperluas pasar. Perajin, terutama yang berada di daerah terpencil, perlu diberikan pelatihan berjualan online, dan pemahaman tentang perizinan, serta akses permodalan yang mendukung.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.