Senin, 22 Jun 2026 16:08 WIB

Kabinet Surabaya Berkah, Fathoni Ingatkan Penempatan Pejabat Sesuai Kompetensi

Arif Fathoni (dok.jatimnow.com)
Arif Fathoni (dok.jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintahan periode kedua Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengusung nama "Kabinet Surabaya Berkah" mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Surabaya, Arif Fathoni. Namun, ia juga memberikan catatan penting agar semangat religius dalam slogan tersebut tidak sekadar simbolik.

Fathoni menilai, penamaan kabinet berkah mencerminkan harapan besar dari wali kota agar pembangunan Kota Surabaya berjalan dengan restu Tuhan dan dukungan masyarakat.

Baca Juga: Konflik Warga Menur Surabaya dan Gereja Bethany Indonesia Berujung Mufakat

“Saya tidak tahu pasti mengapa Mas Wali menamakan kabinetnya seperti itu, tapi saya rasa itu positif. Mas Wali sejak awal memang sering menyebut ingin menjadikan Surabaya sebagai kota yang baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofur,” ujarnya.

Menurutnya, makna ‘berkah’ dalam konteks ini erat kaitannya dengan cita-cita menjadikan Surabaya sebagai kota yang baik, sejahtera, dan diridhoi Tuhan.

“Mungkin Mas Wali berharap program pembangunan jangka menengah bisa terlaksana dengan izin Allah dan dukungan warga kota. Doa masyarakat juga menjadi bagian penting dalam perjalanan pemerintahan ini,” tambahnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Ajak Alih ke Parkir Digital, Pembayaran Mudah dan Transparan

Meski begitu, Fathoni menegaskan bahwa keberhasilan kabinet tidak hanya ditentukan oleh nama, tetapi juga implementasi. Salah satu faktor penentu adalah penempatan pejabat yang sesuai dengan kapasitas dan keahlian masing-masing.

“Yang penting sekarang, Mas Wali harus memastikan bahwa dalam lelang jabatan, orang yang ditempatkan benar-benar sesuai kompetensinya. Harus the right man in the right place,” katanya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Komitmen Kawal Aspirasi Mahasiswa Cipayung Plus

Legislator dari Fraksi Golkar itu juga mengingatkan bahwa salah penempatan pejabat akan menghambat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD), karena lebih banyak waktu habis untuk adaptasi dibanding menyelesaikan tugas strategis.

“Kalau orang yang ahli di bidang A ditempatkan di bidang C, nanti waktu akan banyak tersita hanya untuk konsolidasi internal. Padahal, masyarakat menunggu realisasi program,” tandasnya. 

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.