Minggu, 21 Jun 2026 08:05 WIB

Gubernur Jatim Terus Genjot Ekspor Produk Hortikultura ke Asia

Mentan Amran dan Gubernur Jatim Soekarwo melepas ekspor 3 hortikultura di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Senin (8/10/2018).
Mentan Amran dan Gubernur Jatim Soekarwo melepas ekspor 3 hortikultura di Kantor Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Senin (8/10/2018).

jatimnow.com - Gubernur Jatim Soekarwo memastikan akan terus menggenjot ekspor produk holtikultura ke Asia. Sebab, selama ini sudah surplus.

Pakde Karwo sapaan akrab Soekarwo mengatakan perdagangan antar provinsi surplus sebanyak Rp 210 triliun. Hal tersebut naik dari yang sebelumnya Rp 164 triliun pada tahun lalu.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Semester satu Rp 101 triliun, semester dua 110 Triliun. Ekspor ke luar negeri tahun lalu dengan Asia surplus 1,5 miliar dolar, tahun ini 2,2 miliar dolar. Jadi, ekspor kita naik bagus," kata Soekarwo saat mendampingi Mentan Amran memberangkatkan ekspor holtikultura di kantor Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur, Senin (8/10/2018).

Pakde memastikan akan terus menggenjot ekspor itu, namun kebutuhan negeri harus diutamakan untuk dipenuhi. Ekspor di Jatim sendiri tidak hanya di sektor pertanian, namun basisnya di agro.

"Bulog harus memenuhi ke 15 Provinsi. Kebetulan industri kita bahan bakunya tidak terlalu impor karena ini Agro hortikultura, jadi bahan baku kita ada di sekitar Jatim dan luar Jatim," imbuhnya.

Tak hanya itu, ada beberapa negara yang mulai ekspor bahan pokoknya ke Jatim. Pasarnya dengan Jepang dan India. Di dua negara tersebut memerlukan beberapa produk untuk UMKM dan IKM.

"Pasar kita dengan Jepang dan India, baru saja kita ekspor. Besok kita launching digital proses produksi perdagangan," imbuhnya.

Pada kesempatan itu, Pakde Karwo juga menjelaskan bahwa yang diekspor hari ini Pemprov Jatim memberangkatkan mangga, bawang merah, dan bibit kangkung.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

Ia menjelaskan, untuk mangga yang dikirimkan itu merupakan jenis arum manis dari Agrosari Gresik. Selain itu, masih banyak produk yang akan diekspor ke depannya.

"Misalnya susu nestle juga memenuhi keluarga Jawa Timur. Kebutuhan di Jawa Timur dalam sehari sebanyak 1080 ton, kita mampu menghasilkan sebanyak 1600 ton,” kata dia.

Menurutnya, untuk buah Mangga yang diekspor hampir seluruhnya di wilayah Ponorogo dan Madiun berjenis arum manis. Bahkan, hingga saat ini bibit yang berasal dari Probolinggo dan Pasuruan sudah menyebar.

"Sekarang di daerah sana, di jalan-jalannya sudah ditanami pohon mangga semua. Yang dulunya trembesi dan asem, sekarang pakai pohon mangga sebagai peneduh jalan," pungkasnya.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

 

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.