Sabtu, 20 Jun 2026 19:20 WIB

Aksi Damai Jurnalis Surabaya di World Press Freedom Day 2025, Ini Keresahannya

  • Penulis :
  • | Sabtu, 03 Mei 2025 08:46 WIB
Para jurnalis di Surabaya saat menggelar aksi damai. (Foto: dok. FJPI for jatimnow.com)
Para jurnalis di Surabaya saat menggelar aksi damai. (Foto: dok. FJPI for jatimnow.com)

jatimnow.com - Tema besar World Press Freedom Day 2025 adalah Reporting in the brave new world - The Impact of Artificial Intelligence on Press Freedom and the Media. Dengan tema ini, jurnalis dan organisasi media maupun serikat pekerja media diharapkan memastikan bahwa penggunaan AI di media tetap mementingkan etika serta melindungi kebebasan pers.

Menyambut World Press Freedom Day yang diperingati setiap tanggal 3 Mei, maka Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya menggagas kegiatan aksi damai dengan mengikutsertakan sejumlah elemen organisasi jurnalis seperti Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) serta pers mahasiswa, juga LBH Pers dan WALHI. Kegiatan berlangsung di Taman Apsari, yang letaknya tepat di depan Gedung Grahadi, Surabaya, pada Jumat (2/5/2025) sore.

Baca Juga: RLD Gelar Pelatihan Film AI, Produksi Video Viral Tanpa Kamera Mahal

Aksi damai bertujuan menyuarakan kondisi kemerdekaan pers di Jawa Timur dalam setahun belakangan ini tidak baik-baik saja. Represi terhadap jurnalis masih terus terjadi, bahkan cenderung meningkat. Ironisnya, pelaku tindakan represi tersebut didominasi oleh aparat.

Ketua AJI Indonesia, Nany Afrida menyoroti meningkatnya kekerasan terhadap insan pers. Baik di tingkat internasional maupun nasional.

“Kalau di Indonesia sendiri sampai saat ini AJI sudah menerima laporan lebih dari 30 kasus kekerasan. Itu tahun 2025, baru tahun ini ya. Tahun sebelumnya itu sekitar 70-an setahunan. Nah ini baru bulan April, sudah 30. Jadi saya berpikir itu jumlahnya akan meningkat ya,” ungkapnya.

Baca Juga: FJPI Berkomitmen Kawal Kasus Persekusi Jurnalis Perempuan di NTB

Sementara itu, Sekjen FJPI, Tri Ambarwatie menyoroti jurnalis perempuan yang masih rentan menjadi korban kekerasan karena profesi yang disandangnya.

“FJPI mengecam keras segala bentuk kekerasan terutama terhadap jurnalis perempuan yang tengah melaksanakan tugas jurnalistik, misalnya yang dialami jurnalis perempuan di Nusa Tenggara Barat baru- baru ini,” tutur Tri Ambarwatie. 

Baca Juga: Pengurus FJPI 2025-2028 Dikukuhkan, Perkuat Advokasi Jurnalis Perempuan

Karena itu AJI Surabaya bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil menyampaikan lima sikap bersama, di antaranya mendesak pemerintah menindak pelaku kekerasan terhadap jurnalis, menegakkan hukum ketenagakerjaan di industri media, dan menghentikan represi terhadap pers mahasiswa.

Pernyataan ini turut diteken Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) Jawa Timur, Walhi Jatim, LBH Surabaya, Komite Advokasi Jurnalis (KAJ) Jatim, LPM Situs Unair, dan LPM Berdikari.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.