Minggu, 21 Jun 2026 11:58 WIB

Arca Durga Mahesa Kembali ke Kamulan usai Dibawa Mantan Kapolres Trenggalek

Arca Durga Mahesa Suramadhini disimpan kembali di Balai Desa Kamulan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Arca Durga Mahesa Suramadhini disimpan kembali di Balai Desa Kamulan. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pihak Pemerintah Desa Kamulan, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek telah mengambil Arca Durga Mahesa Suramardhini yang sempat dibawa oleh Mantan Kapolres Trenggalek AKBP Indra Ranudikarta. Kini arca disimpan kembali di Balai Desa Kamulan.

Kepala Desa Kamulan, Masruri mengatakan, Arca Durga Mahesa yang sempat dibawa oleh mantan Kapolres Trenggalek, yang kini menjabat Wakapolresa Bogor itu berawal dari inisiatifnya untuk melakukan perbaikan arca. Mengingat Arca Durga Mahesa ditemukan dengan kondisi tidak utuh.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Awalnya saya menyerahkan arca ini untuk meminta tolong diperbaiki kepada kapolres, karena dia memiliki teman yang bisa memperbaiki arca," ujarnya, Rabu (23/4/2025).

Masuri mengaku juga tidak mengetahui prosedur pemindahan Objek Diduga Benda Cagar Budaya (ODCB). Sehingga dia menyerahkan arca tersebut tanpa dilengkapi dengan dokumen resmi. Saat ini Arca Durga Mahesa telah disimpan kembali ke Balai Desa Kamulan. Sedangkan untuk rencana perbaikan diurungkan oleh kepala desa.

“Saya mohon maaf, karena tidak mengetahui prosedur pemindahan arca. Saya kemarin telah mengambil arca di Polresta Bogor," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Trenggalek, Sunyoto menjelaskan, sesuai dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya, pemindahan ODCB atau benda cagar budaya harus dilengkapi surat rekomendasi berdasarkan wilayah tujuan.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

“Kalau pemindahan benda cagar budaya antar kabupaten cukup di disbudpar, kalau antar provinsi ke BPK sedangkan antar negara harus ada rekom kementerian," jelasnya.

Dalam kasus pemindahan Arca Durga Mahesa yang dilakukan oleh Kepala Desa Kamulan dan mantan Kapolres Trenggalek, tidak ada kelengkapan dokumen rekomendasi. Bahkan Disbudpar Trenggalek tidak mengetahui proses pemindahan arca tersebut.

“Kami belum pernah diajak komunikasi terkait pemindahan benda cagar budaya itu," tegasnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Dalam waktu dekat, Sunyoto berencana berkoordinasi dengan BPK Jawa Timur. Tujuannya untuk bekerjasama memberikan sosialisasi kepada pemangku wilayah di Trenggalek terkait pemeliharaan ODCB atau benda cagar budaya. Disinggung soal museum, Sunyoto mengatakan, memang saat ini belum ada museum di Trenggalek. Semoga dengan kasus ini, bisa mendorong realisasi pembangunan museum cagar budaya di Trenggalek.

“Mudah-mudahan dengan kasus ini ada kesadaran pentingnya museum untuk menjadi tempat penyimpanan benda bersejarah di Trenggalek," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.