Selasa, 16 Jun 2026 08:55 WIB

Viral, Warga Ponorogo Angkat Keranda Jenazah Melintasi Sungai

Tangkapan layar
Tangkapan layar

jatimnow.com - Sebuah video yang memperlihatkan warga mengangkat keranda jenazah dan menyeberangi sungai di Desa Wates, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, viral di media sosial.

Aksi ini dilakukan karena warga dilarang melintasi sebidang tanah milik warga lain yang menjadi satu-satunya akses menuju jembatan ke tempat pemakaman umum (TPU) Guyangan, Desa Tugurejo.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Dalam video berdurasi sekitar 58 detik tersebut, terlihat rombongan pengantar jenazah berhati-hati menuruni tebing sungai sambil memikul keranda. Mereka kemudian berjalan melewati sungai untuk mengantarkan almarhum Mulyadi (38), warga Desa Wates, menuju pemakaman.

Yo dulur Wates ky ngene lo susah e,” terdengar suara salah satu warga dalam video, menggambarkan betapa sulitnya prosesi pemakaman yang harus melewati jalur ekstrem itu.

Menurut warga setempat, kejadian ini bukan yang pertama kali terjadi. Tri Utami, salah satu warga Desa Wates, menjelaskan bahwa warga sudah beberapa kali terpaksa melintasi sungai karena tidak diperbolehkan melewati jalan yang berada di depan rumah salah satu warga.

Baca Juga: Heboh Video Penampakan Hantu di Rel Kereta Api Ketapang Probolinggo, Ini Faktanya

“Sudah berulang kali warga menggotong keranda melewati sungai karena jalan itu tidak boleh dilewati,” kata Tri, Senin (21/4/2025).

Kepala Desa Tugurejo, Siswanto mengatakan bahwa jenazah Mulyadi dimakamkan di desanya karena dua dusun perbatasan di Desa Wates memang tidak memiliki lahan permakaman sendiri.

Baca Juga: Anggota DPRD Jember yang Main Game dan Merokok saat Rapat Minta Maaf: Saya Khilaf

“Jembatan untuk akses ke pemakaman sudah dibangun secara swadaya oleh warga. Tapi karena jalan menuju jembatan tersebut melewati tanah pribadi, dan pemiliknya tidak mengizinkan prosesi jenazah melintas, warga akhirnya memilih lewat sungai,” terang Siswanto.

Peristiwa ini memicu keprihatinan banyak pihak dan memunculkan kembali perbincangan mengenai pentingnya akses publik untuk fasilitas umum seperti tempat pemakaman, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan infrastruktur.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.