Selasa, 23 Jun 2026 05:37 WIB

Keluh Kesah Pedagang Pasar Tanjung Jember: Fasilitas Minim, jadi Tempat Mabuk-mabukan

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 15 Apr 2025 09:35 WIB
Rapat Dengar Pendapat Pansus LKPJ Bupati 2024 di DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Rapat Dengar Pendapat Pansus LKPJ Bupati 2024 di DPRD Jember. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pedagang Pasar Tradisional Tanjung, Jember mengeluhkan sejumlah fasilitas yang sangat minim saat Rapat Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati 2024. 

Perwakilan dari Gerakan Pedagang Tradisional Pasar Tanjung (Gerpast) Samsul menyampaikan, banyak lampu-lampu di Pasar Tanjung mati hingga pedagang dari luar kota berjualan di jalan. 

Baca Juga: Temui Massa Aksi, DPRD Jember Siap Kawal Aspirasi Program Makan Bergizi Gratis

"Keamanan tolong juga diperhatikan, mungkin karena gelap terjadi pencurian dan vandalisme, bahkan asusila, mabuk-mabukan. Petugas keamanan atau petugasnya tidak berpatroli, dan PKL perlu diperhatikan," keluhnya.

Bahkan, sekarang banyak berjualan di pinggir jalan. Padahal dulu, penentuan jam diberlakukan boleh berjualan di jalan mulai pukul 22.00 WIB. Namun lama-lama pedagang berjualan di jalan mulai pukul 16.00 WIB. 

"Praktiknya, mereka menempati jalan-jalan dan tidak masuk ke pasar tradisional. Izin mereka beli ke (oknum) petugas pasar, tidak ada yg gratis di pasar, kecuali buang angin," ucapnya. 

"Untuk menempati lapak, semuanya bayar, tidak ada yang gratis. Bayar ke (oknum) petugas pasar dan (oknum petugas) dinas perhubungan," sambungnya. 

Sedangkan yang bertahan di berjualan di dalam pasar, hanya pedagang grosiran. "Sekarang kalau ada sesuatu, lapornya susah," ungkapnya. 

Baca Juga: Ribuan Relawan SPPG di Jember Geruduk Kantor DPRD, Minta MBG Tetap Dilanjutkan

Sedangkan, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jember, Yuliana Harimurti menyampaikan, tidak hanya Pasar Tanjung yang dikeluhkesahkan, tapi ada 30 pasar tradisional yang dipastikan tidak dianggarkan dan tidak diperhatikan selama 5 tahun. 

"Tapi kita hanya di kasi Rp200 juta untuk yang bocor, dan nilai teknis bangunan tidak memenuhi syarat. Di tempat saya anggaran untuk listrik hanya Rp2 juta, itu untuk dinas, UPT dan sebagainya," ungkapnya. 

"Jadi anggaran kami terbatas, mungkin dari tahun sebelumnya kurang diperhatikan. Ini tidak hanya di Pasar Tanjung, dan Ini terjadi di pasar-pasar tradisional lainnya," lanjutnya. 

Bahkan Yuliana menyebut, untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) ada sekitar 7 Miliar yang disetorkan dari pasar. Namun itu tidak kembali ke pasar. 

Baca Juga: Kodim 0824 Jember Fasilitasi Ratusan Warga Ikuti Operasi Katarak Gratis

Terkait pedagang dari luar kota, diakuinya memang ada beberapa bahan baku yang di Jember kurang dan minim. Karena tugasnya menyediakan kebutuhan pasar tercukupi. 

"Kalau adanya oknum-oknum yang meminta yang dijalan itu tidak ada. Saya pernah coba mengecek ke sana, ternyata bukan dari petugas. Jika ada, tolong kabari saya siapa oknum itu," pintanya.

 

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

DPW NasDem Jatim Tunjuk Soehadi Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Penunjukan tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi atas dedikasi, loyalitas, serta pengabdian Mulyono selama memimpin dan membesarkan Partai NasDem di Kabupaten Bojonegoro.

Soehadi Moeljono Ditunjuk Jadi Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Bojonegoro

Pengalaman panjang dan kontribusi Mulyono dalam membangun struktur partai di Bojonegoro masih sangat dibutuhkan.

Kenang Almarhum Rektor, UIN KHAS Jember Pakai Pita Hitam di Liga Mahasiswa

Sebuah bingkai foto almarhum Prof. Hepni juga tampak dibawa ke tengah lapangan oleh para pemain UIN KHAS.

Tak Sekadar Hiburan, Musik Miliki Peran Krusial di Berbagai Elemen Kehidupan

Musik memegang peranan krusial yang menyentuh berbagai elemen kehidupan, mulai dari aspek sosial, edukasi, hingga menjadi identitas budaya suatu bangsa.

Adela Kanasya Adies Jaga Soliditas Jaringan Relawan Surabaya

Adela Kanasya Adies menemui 1.000 relawan di Surabaya demi menjaga komunikasi politik pasca-PAW menggantikan politisi senior Adies Kadir.

Ketum PBNU Paparkan Capaian di Munas Konbes, Ini Hasilnya

Gus Yahya paparkan capaian organisasi, mulai dari tata kelola organisasi, kaderisasi terstruktur, transformasi digital, aset dan kemandirian, hingga peran kebangsaan dan global.