Sabtu, 06 Jun 2026 19:30 WIB

60 Jemaah di Tulungagung Gelar Salat Ied, Berpuasa 2 Hari Lebih Awal

Jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung menggelar salat Ied. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung menggelar salat Ied. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan anggota jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, melaksanakan salat Idul Fitri hari ini. Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari.

Anggota jemaah ini juga memulai ibadah puasa 2 hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Syawal.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Kapolsek Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori mengatakan terdapat sekitar 60 jemaah yang mengikuti pelaksanaan salat Ied ini. Mereka menggelar salat Id di Masjid Nur Muhammad.

Jemaah terdiri dari lingkungan keluarga pesantren dan beberapa santri khusus. Polisi dan TNI melakukan pengamanan selama pelaksanaan salat Id tersebut.

"Pelaksanaan salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala," ujarnya, Sabtu (29/4/2023).

Salat Id sendiri digelar tanpa menggunakan speaker. Jemaah melakukan takbir dengan suara rendah di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Salat Id.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Untuk menghormati warga sekitar, mereka juga tidak melakukan open house. Jemaah menunggu penetapan dari pemerintah untuk menggelar kegiatan tersebut.

"Mereka ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal," terangnya.

Menurut Anshori, pelaksanaan salat Id lebih awal ini menjadi tradisi bagi jemaah di pesantren tersebut. Mereka diketahui memiliki perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Ramadhan serta Syawal.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Meskipun begitu, tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. Mereka saling menghormati dan tidak pernah mempermasalahkannya.

"Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat, yang paling penting menghormati keyakinan masing-masing," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.