Rabu, 22 Jul 2026 10:23 WIB

60 Jemaah di Tulungagung Gelar Salat Ied, Berpuasa 2 Hari Lebih Awal

Jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung menggelar salat Ied. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Tulungagung menggelar salat Ied. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan anggota jemaah Pesantren Al Khoiriyah di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, melaksanakan salat Idul Fitri hari ini. Mereka merayakan Hari Raya Idul Fitri setelah melaksanakan ibadah puasa selama 30 hari.

Anggota jemaah ini juga memulai ibadah puasa 2 hari lebih awal dari ketetapan pemerintah. Mereka memiliki perhitungan tersendiri dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan dan Syawal.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kapolsek Sumbergempol, Iptu Mohammad Anshori mengatakan terdapat sekitar 60 jemaah yang mengikuti pelaksanaan salat Ied ini. Mereka menggelar salat Id di Masjid Nur Muhammad.

Jemaah terdiri dari lingkungan keluarga pesantren dan beberapa santri khusus. Polisi dan TNI melakukan pengamanan selama pelaksanaan salat Id tersebut.

"Pelaksanaan salat Id berlangsung lancar tanpa ada kendala," ujarnya, Sabtu (29/4/2023).

Salat Id sendiri digelar tanpa menggunakan speaker. Jemaah melakukan takbir dengan suara rendah di dalam masjid sebagai tanda awal pelaksanaan Salat Id.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Untuk menghormati warga sekitar, mereka juga tidak melakukan open house. Jemaah menunggu penetapan dari pemerintah untuk menggelar kegiatan tersebut.

"Mereka ini memulai puasa dua hari lebih awal dan hari rayanya juga lebih awal," terangnya.

Menurut Anshori, pelaksanaan salat Id lebih awal ini menjadi tradisi bagi jemaah di pesantren tersebut. Mereka diketahui memiliki perhitungan tersendiri untuk menentukan awal bulan Ramadhan serta Syawal.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Meskipun begitu, tidak ada gejolak di masyarakat sekitar. Mereka saling menghormati dan tidak pernah mempermasalahkannya.

"Ini sudah menjadi tradisi sejak dulu dan tidak ada gejolak di masyarakat, yang paling penting menghormati keyakinan masing-masing," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.