Ramadan Now 2025
Berkah Ramadan, Omzet Penjualan Kaligrafi di Tulungagung Naik 200 Persen
- Penulis : Bramanta Pamungkas
- | Senin, 17 Mar 2025 13:34 WIB
jatimnow.com - Bulan suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi perajin kaligrafi di Kabupaten Tulungagung. Salah satunya, Komarudin, warga Desa Sumberejo kulon, Kecamatan Ngunut. Omzet penjualan meningkat hingga 200 persen dibanding hari biasa.
Dibantu istrinya, Komarudin pun sibuk mengerjakan pesanan kaligrafi berbagai ukuran.
Baca Juga: Mandiri Gelar Safari Ramadan
Komarudin mulai menggeluti usaha kaligrafi ini sejak 1994 lalu. Saat itu, Komarudin banyak mendapat pesanan menulis kaligrafi untuk keperluan kelahiran anak hingga menyambut haji.
Usaha kaligrafi ini mendapat sambutan luas. Atas permintaan pasar, Komarudin lalu mulai menggarap kaligrafi dengan model bordir dan silikon.
"Alhamdulilah untuk bulan Ramadan ini pesanan mengalami peningkatan dibanding biasanya," ujarnya, Senin (17/3/2025).
Dalam mengerjakan kaligrafi ini, Komarudin biasa menggunakan khot Tsuluts dan Naskhi. Diperlukan ketelatenan dan ketekunan untuk mengerjakan pesanan kaligrafi ini, terutama yang berukuran besar seperti membuat replika kiswah kabah.
Proses pengerjaan dilakukan dengan beberapa tahap, dimulai dengan pembuatan sketsa pada kain beludru menggunakan kapur tulis.
Baca Juga: Dinkes Kota Kediri Bagikan Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui
Selanjutnya, secara hati-hati lem silikon dilelehkan dan dilukiskan pada kain beludru sesuai sketsa. Lelehan lem yang mengeras dan membentuk kaligrafi kemudian dilakukan pewarnaan menggunakan kertas prada berwarna emas maupun silver.
Kaligrafi model silikon ini banyak diminati karena harganya relatif lebih terjangkau daripada berbahan bordir.
"Karya kaligrafi saya dijual mulai harga Rp400 ribu sampai jutaan rupiah tergantung ukuran dan bahan," terangnya.
Baca Juga: PWI Gresik Gelar Santunan Anak Yatim di Ramadan 2026 Bersama Bupati dan Baznas
Pada bulan Ramadan ini, omzet produksinya mengalami peningkatan signifikan. Jika pada hari biasa hanya mengerjakan 4 sampai 5 kaligrafi berukuran besar, pada bulan suci ini order yang masuk mencapai lebih dari 10 unit.
Kaligrafi yang paling banyak diminati adalah tulisan ayat kursi dan ayat seribu dinar.
"Kalau untuk ayat 1.000 dinar atau ayat kursi itu pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar semingguan, tapi kalau yang simpel seperti tulisan Allah atau Mohammad satu hari bisa jadi," pungkasnya.
Editor : Endang Pergiwati