Sabtu, 06 Jun 2026 23:51 WIB

348 Sekolah di Jember Rusak, Anggota Komisi X DPR-RI Temukan Manipulasi Data

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 15 Mar 2025 12:39 WIB
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi saat serap aspirasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi saat serap aspirasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - 348 Sekolah di Jember mengalami kerusakan. Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi menemukan adanya memanipulasi data terkait pengajuan perbaikan sekolah.

Dari 1.009 sekolah dasar yang ada, sebanyak 348 gedung sekolah rusak. Namun tidak semua pengajuan perbaikan sekolah rusak berat terealisasi.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Bahkan yang rusak parah tidak mendapat bantuan, sementara yang hanya mengalami kerusakan ringan malah dapat bantuan.

Saat ditelusuri, ternyata banyak operator sekolah yang memasukkan data sekolah Sarana dan Prasarana (Sarpras) dengan keterangan kondisi baik.

"Ternyata tadi kita temukan, salah satu faktor kenapa yang rusak-rusak itu tidak dibantu. Karena ternyata di dapodiknya tertulis baik, jadi operator sekolah menulis sarpras baik, sehingga dia tidak dapat bantuan," kata pria yang akrab disapa Bang Pur, Jumat (14/3/2025).

"Ditulis baik, ternyata karena ada keinginan untuk akreditasi. Sekolah-sekolah ini memanipulasi data yang seharusnya tertulis rusak berat, karena ingin mendapatkan akreditasi, baik C ke B dan B ke A. Maka akhirnya mereka memanipulasi datanya," lanjutnya.

Politisi Golkar pun menyatakan, dengan data yang salah itu, banyak sekolah yang hingga kini rusak berat dan tidak diperbaiki.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Sedangkan kemampuan APBD Jember hanya mampu membiayai perbaikan sekitar 50 sekolah setiap tahun.

"Oleh karena itu, akan saya bantu. Karena memang sekarang ada pengalihan anggaran, yang dulu dikeluarkan oleh Kementerian PUPR namanya sarpras untuk SD, SMP, SMA," tegasnya.

"Yang dulu dikelola Kementerian PUPR, sekarang dikelola langsung Kementerian Dikdasbud, dengan jumlah Rp17,6 triliun untuk tahun 2025," sambungnya.

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

Legislator Dapil Jember - Lumajang menyampaikan untuk modelnya nanti swakelola, yang artinya dikelola oleh sekolah dan komite. Prosesnya diberikan ke sekolah langsung.

Bang Pur nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Bupati Jember, karena ini pengajuan terakhir 31 Maret 2025.

"Sehingga tahun 2025, dari 348 sekolah, apa bisa keseluruhan kita bantu atau mungkin kita buat fase atau bertahap," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.

Peringati Hari Pers Nasional, PWI Tulungagung Siapkan Literasi Media

Pemerintah Kabupaten Tulungagung menyampaikan apresiasi atas dedikasi insan pers yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Tujuh Mahasiswa UNUSA Lulus Program INTENSE Taiwan

Tujuh mahasiswa UNUSA lulus Program INTENSE di Taiwan. Rektor UNUSA dipercaya menyampaikan sambutan wisuda mewakili mitra internasional.