Rabu, 22 Jul 2026 04:29 WIB

348 Sekolah di Jember Rusak, Anggota Komisi X DPR-RI Temukan Manipulasi Data

  • Penulis : Sugianto
  • | Sabtu, 15 Mar 2025 12:39 WIB
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi saat serap aspirasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi saat serap aspirasi (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - 348 Sekolah di Jember mengalami kerusakan. Anggota Komisi X DPR-RI Muhammad Nur Purnamasidi menemukan adanya memanipulasi data terkait pengajuan perbaikan sekolah.

Dari 1.009 sekolah dasar yang ada, sebanyak 348 gedung sekolah rusak. Namun tidak semua pengajuan perbaikan sekolah rusak berat terealisasi.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Bahkan yang rusak parah tidak mendapat bantuan, sementara yang hanya mengalami kerusakan ringan malah dapat bantuan.

Saat ditelusuri, ternyata banyak operator sekolah yang memasukkan data sekolah Sarana dan Prasarana (Sarpras) dengan keterangan kondisi baik.

"Ternyata tadi kita temukan, salah satu faktor kenapa yang rusak-rusak itu tidak dibantu. Karena ternyata di dapodiknya tertulis baik, jadi operator sekolah menulis sarpras baik, sehingga dia tidak dapat bantuan," kata pria yang akrab disapa Bang Pur, Jumat (14/3/2025).

"Ditulis baik, ternyata karena ada keinginan untuk akreditasi. Sekolah-sekolah ini memanipulasi data yang seharusnya tertulis rusak berat, karena ingin mendapatkan akreditasi, baik C ke B dan B ke A. Maka akhirnya mereka memanipulasi datanya," lanjutnya.

Politisi Golkar pun menyatakan, dengan data yang salah itu, banyak sekolah yang hingga kini rusak berat dan tidak diperbaiki.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Sedangkan kemampuan APBD Jember hanya mampu membiayai perbaikan sekitar 50 sekolah setiap tahun.

"Oleh karena itu, akan saya bantu. Karena memang sekarang ada pengalihan anggaran, yang dulu dikeluarkan oleh Kementerian PUPR namanya sarpras untuk SD, SMP, SMA," tegasnya.

"Yang dulu dikelola Kementerian PUPR, sekarang dikelola langsung Kementerian Dikdasbud, dengan jumlah Rp17,6 triliun untuk tahun 2025," sambungnya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Legislator Dapil Jember - Lumajang menyampaikan untuk modelnya nanti swakelola, yang artinya dikelola oleh sekolah dan komite. Prosesnya diberikan ke sekolah langsung.

Bang Pur nanti akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Bupati Jember, karena ini pengajuan terakhir 31 Maret 2025.

"Sehingga tahun 2025, dari 348 sekolah, apa bisa keseluruhan kita bantu atau mungkin kita buat fase atau bertahap," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.