Rabu, 17 Jun 2026 17:57 WIB

Gaji ke 13 Pemkot Surabaya Belum Cair, Risma: Duitnya Gak Ada!

Wali Kota Risma saat di ruang kerjanya, Jumat (5/10/2018).
Wali Kota Risma saat di ruang kerjanya, Jumat (5/10/2018).

jatimnow.com – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya angkat bicara soal gaji ke 13 Pemerintah Kota Surabaya yang tak kunjung cair.

Padahal, DPRD Kota Surabaya acapkali mendesak pihak Pemkot Surabaya untuk segera mencairkan gaji tersebut. Namun, pemkot selalu bungkam terkait hal tersebut.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Wali Kota Risma menjelaskan bahwa saat ini kondisi keuangan Pemkot Surabaya memang sedang tidak mencukupi untuk membayar gaji ke-13. Hal ini lantaran musibah yang menimpa tiga Gereja di Surabaya beberapa saat lalu.

"Saya sebenarnya tidak ada masalah. Ini loh kemarin kejadian teroris, itu nggak tercapai pendapatan kita," kata Wali Kota Risma kepada wartawan, Jumat (5/10/2018).

Selain itu, Wali Kota Risma mengaku belum mencukupi untuk membayar gaji ke-13 para pegawai lantaran pihaknya harus melunasi kontrak dengan pihak ketiga.

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

"Nanti kalau saya terus, aku gak bisa bayar kontrak rekanan, terus gimana? Makanya kita lihat kondisi PAK. Kalau memang kita ada uang ya kita bayar. Kan gak bisa kita sudah ada ikatan dengan pihak ketiga, terus gak dibayar, terus yang nanggung siapa?" tuturnya.

Padahal, beberapa pihak menilai bahwa dana APBD Surabaya masih lebih. Namun, Wali Kota Risma menyangkalnya. Ia menuturkan bahwa tiap hari ia selalu mengontrol kondisi keuangan pemkot melalui Sekretaris Daerah.

"Jadi bukan gak cair. Duite ra ono (duitnya gak ada). Pendapatan belum tercapai, sampai akhir bulan kemarin itu mestinya 72 persen, tapi kita belum (mencapainya)," pungkasnya.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.