Sabtu, 20 Jun 2026 13:30 WIB

Ketua PCNU Sidoarjo KH Zainal Abidin: Menikmati Kolak sebagai Wujud Syukur

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH M Zainal Abidin. (Foto:  Instagram nudelta_media)
Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH M Zainal Abidin. (Foto: Instagram nudelta_media)

jatimnow.com - Ramadan adalah bulan yang penuh berkah dan selalu dijalankan dengan cara istimewa oleh umat Muslim. Setiap detik di bulan yang suci ini membawa peluang untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbaiki kualitas hidup.

Salah satu cara istimewa yang biasa dilakukan oleh umat Muslim dalam menyambut Ramadan adalah dengan menghadirkan hidangan yang penuh makna saat berbuka puasa.

Baca Juga: Mandiri Gelar Safari Ramadan

Merayakan Keberkahan

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Sidoarjo, KH M Zainal Abidin, mengungkapkan bahwa bagi dirinya dan keluarganya, Ramadan adalah waktu untuk merayakan keberkahan dengan menyajikan menu istimewa saat berbuka.

Menurutnya, momen berbuka puasa bukan sekadar memenuhi kebutuhan fisik, tetapi juga cara untuk mengungkapkan rasa syukur.

“Ramadan adalah bulan yang istimewa, dan tentu saja, menunya juga harus istimewa. Di keluarga kami, selalu ada kolak, baik kolak kacang hijau, pisang, ketela, atau singkong, yang menjadi pembuka yang menyegarkan, bersama dengan kurma,” ujar KH Zainal.

Selain kolak dan kurma, hidangan lain yang selalu hadir di meja makan keluarga KH Zainal ada masakan khas yang memiliki nilai sentimental dan cita rasa tinggi.

Sebagai seorang yang berasal dari Kediri, menu masakan khas seperti lodeh terong, lodeh tahu tempe, dan sambal tumpang menjadi sajian wajib saat berbuka puasa.

“Karena saya asli Kediri, menu masakan yang selalu ada adalah lodeh terong, lodeh tahu tempe, dan tentunya sambal tumpang. Istri saya membuat sambal tumpang yang rasanya paling enak se-Sidoarjo. Ini jadi hidangan favorit dan khas yang kami nikmati saat Ramadan,” tambahnya.

Jaga Kesehatan dan Jangan sampai Mubazir

KH Zainal juga berbagi sebuah aturan yang unik dalam memasak sambal tumpang. Ia menekankan bahwa sambal tumpang harus dimasak dengan cara yang hati-hati dan tidak boleh lebih dari lima kali memasaknya. Hal ini bukan hanya berkaitan dengan cita rasa, tetapi juga kesehatan.

Baca Juga: Dinkes Kota Kediri Bagikan Tips Puasa Sehat bagi Ibu Hamil dan Menyusui

“Khusus sambal tumpang, tidak boleh lebih dari lima kali memasaknya, karena bahan dasarnya dari tempe yang sudah cukup lama. Ini untuk menjaga kualitas dan kesehatan,” jelasnya.

Menurut KH Zainal, keberadaan kolak dan lodeh dalam hidangan buka puasa memiliki alasan yang saling melengkapi. Kolak dibuat dari santan yang seringkali lebih banyak tersisa setelah memasak lodeh.

Karena itu, ia memanfaatkan kelebihan santan dari masakan lodeh untuk membuat kolak, menjadikannya sebagai hidangan yang sempurna untuk menutup rasa lapar.

Tips Tarawih lebih Nyaman

Lebih jauh, KH Zainal memberikan tips penting untuk berbuka dan sahur yang dapat membantu menjaga kesehatan dan kekuatan selama menjalankan ibadah puasa.

Baca Juga: PWI Gresik Gelar Santunan Anak Yatim di Ramadan 2026 Bersama Bupati dan Baznas

Ia mengingatkan agar tidak langsung mengonsumsi makanan berat saat berbuka puasa.

“Tips yang penting saat puasa, jangan langsung makan makanan berat saat berbuka. Sebaiknya buka puasa dengan kurma atau kolak, diikuti dengan air hangat. Hindari minuman es teh, karena bisa membuat tubuh merasa lemas saat terawih. Sebaiknya makan makanan berat setelah terawih agar lebih nyaman. Jika tidak bisa, makan secukupnya saja. Jangan lupa juga untuk banyak minum air putih, baik setelah berbuka maupun saat sahur,” tuturnya.

Momen Ramadan sebagai Wujud Syukur

Bagi KH Zainal, Ramadan bukan hanya tentang ibadah yang lebih intens, tetapi juga tentang kebersamaan dan rasa syukur. Setiap hidangan yang disajikan di bulan Ramadan memiliki makna lebih dari pada sekadar makanan, melainkan sebagai bentuk berbagi, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.

“Ramadan adalah waktu untuk memperbaiki diri, berbagi dengan orang lain, dan merayakan setiap berkah yang diberikan Tuhan. Semoga setiap hidangan yang kami nikmati dapat memberi berkah dan kebahagiaan bagi semua,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.