Sabtu, 06 Jun 2026 12:07 WIB

Pengelolaan Sampah di Pasuruan Sukses Hasilkan Gas Metana, Bisa Dipakai Memasak

  • Penulis :
  • | Kamis, 27 Feb 2025 07:40 WIB
Wabup Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana. (Foto:  Kominfo Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)
Wabup Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana. (Foto: Kominfo Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan selangkah lebih maju. Dalam uji coba pengolahan sampah terbukti sukses menghasilkan gas metana yang dapat dipergunakan untuk memasak

Dalam uji coba ini yang dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana, Rabu (26/2/2025) siang. Tak kurang dari 1 menit, telur tersebut matang dan langsung bisa dinikmati.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Wabup Shobih pun menegaskan bahwa uji coba pengolahan sampah yang menghasilkan gas metana di TPA Wonokerto dinyatakan berhasil. Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan gas metana ini sebagai pengganti gas elpiji untuk keperluan memasak sehari-hari.

"Buktinya bisa dilihat semua. Saya masak telur ceplok, apinya keluar dan nggak sampai satu menit sudah matang dan langsung bisa dimakan," ungkapnya, seperti dilansir dari laman Pemkab Pasuruan, Kamis (27/2/2025).

Rencana ke depan, gas metana ini bisa dimanfaatkan untuk warga sekitar. Namun, kata Gus Shobih, karena masih dalam tahap uji coba, dropping gas metana ke rumah penduduk baru bisa dilakukan tahun 2026 mendatang.

Baca Juga: Audit Sampah Ungkap Sachet Kuasai Limbah Rumah Tangga Batu

"Tadi saya tanya DLH bisa dropping ke warga kapan, Insya Allah tahun depan, karena harus memasang jaringan dan peralatan lainnya. Apalagi tahun ini juga efisiensi anggaran," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony menambahkan pemanfaatan gas metana diperkirakan bisa dilakukan untuk 30 rumah penduduk.

Baca Juga: Atasi Sampah Kota Batu, Desa Oro-Oro Ombo Mulai Skema Pilah dari Sumber

Saat ditanya tentang teknis penggunaan gas metana, ia menjelaskan awalnya sampah ditimbun dengan tanah setiap tiga bulan sekali. Setelah melalui filter, unsur gas metana, air, dan lainnya akan terpisah. Dari situlah, gas metana bisa dimanfaatkan.

"Api yang dihasilkan dari gas metana ini kualitasnya tidak jauh berbeda dengan gas elpiji. Warnanya tetap biru dan cepat panas," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi detik-detik peringatan Hari Raya Tri Suci Waisak di Vihara Buddha Loka Tulungagung.