Rabu, 22 Jul 2026 07:35 WIB

Pengelolaan Sampah di Pasuruan Sukses Hasilkan Gas Metana, Bisa Dipakai Memasak

  • Penulis :
  • | Kamis, 27 Feb 2025 07:40 WIB
Wabup Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana. (Foto:  Kominfo Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)
Wabup Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana. (Foto: Kominfo Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)

jatimnow.com - Upaya pengelolaan sampah yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pasuruan selangkah lebih maju. Dalam uji coba pengolahan sampah terbukti sukses menghasilkan gas metana yang dapat dipergunakan untuk memasak

Dalam uji coba ini yang dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Wakil Bupati (Wabup) Pasuruan, HM. Shobih Asrori mencoba memasak telur ceplok dari api yang dihasilkan gas metana, Rabu (26/2/2025) siang. Tak kurang dari 1 menit, telur tersebut matang dan langsung bisa dinikmati.

Baca Juga: Viral Ricuh di Pintu Masuk Bromo, TNBTS Klaim Pemukulan Refleks Bela Diri

Wabup Shobih pun menegaskan bahwa uji coba pengolahan sampah yang menghasilkan gas metana di TPA Wonokerto dinyatakan berhasil. Diharapkan, masyarakat dapat memanfaatkan gas metana ini sebagai pengganti gas elpiji untuk keperluan memasak sehari-hari.

"Buktinya bisa dilihat semua. Saya masak telur ceplok, apinya keluar dan nggak sampai satu menit sudah matang dan langsung bisa dimakan," ungkapnya, seperti dilansir dari laman Pemkab Pasuruan, Kamis (27/2/2025).

Rencana ke depan, gas metana ini bisa dimanfaatkan untuk warga sekitar. Namun, kata Gus Shobih, karena masih dalam tahap uji coba, dropping gas metana ke rumah penduduk baru bisa dilakukan tahun 2026 mendatang.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

"Tadi saya tanya DLH bisa dropping ke warga kapan, Insya Allah tahun depan, karena harus memasang jaringan dan peralatan lainnya. Apalagi tahun ini juga efisiensi anggaran," ucapnya.

Sementara itu, Kepala DLH Kabupaten Pasuruan, Taufiqul Ghony menambahkan pemanfaatan gas metana diperkirakan bisa dilakukan untuk 30 rumah penduduk.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Saat ditanya tentang teknis penggunaan gas metana, ia menjelaskan awalnya sampah ditimbun dengan tanah setiap tiga bulan sekali. Setelah melalui filter, unsur gas metana, air, dan lainnya akan terpisah. Dari situlah, gas metana bisa dimanfaatkan.

"Api yang dihasilkan dari gas metana ini kualitasnya tidak jauh berbeda dengan gas elpiji. Warnanya tetap biru dan cepat panas," tutupnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.