Sabtu, 06 Jun 2026 21:39 WIB

Jatah Fogging Dinkes Tulungagung Terpangkas 75 Persen, Dampak Efisiensi Anggaran

Petugas melakukan fogging. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan fogging. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kematian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung cukup tinggi. Dalam 2 bulan pertama di tahun 2025, sudah terdapat 4 kasus kematian.

Meskipun begitu, Dinas Kesehatan mengalami kendala dalam penanganan penyakit ini. Salah satu sebabnya, anggaran untuk pelaksanaan fogging yang dipangkas dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Peringatan Hari Raya Waisak di Tulungagung, Ajak Umat Bersumbangsih Untuk Negeri

Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mendapatkan alokasi jatah pelaksanaan fogging di 20 titik saja. Padahal tahun lalu, Dinkes mendapatkan alokasi anggaran untuk melakukan fogging di 80 titik.

Dari jatah 20 titik itu, sampai saat ini sudah 10 titik yang terlaksana, sedangkan sisanya akan digunakan untuk pelaksanaan fogging hingga akhir tahun nanti.

"Dari Januari - Februari ini sudah 10 kali fogging, sisanya ya harus kita hemat sampai akhir tahun nanti," ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Dengan kondisi ini, pihaknya sangat selektif dalam pelaksanaan fogging, untuk memastikan jatah fogging yang ada bisa dimaksimalkan sampai akhir tahun nanti.

Baca Juga: Datangi DPRD, PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Wadul Gaji Tak Layak

Mereka juga mengedepankan sosialisasi Pemberaantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat. Cara ini dinilai lebih ampuh dibandingkan dengan kegiatan fogging.

"Kita juga memaksimalkan obat dan alat yang masih kita punya, sisa di lokasi sebelummya yang bisa kita pakai, ya kita maksimal di lokasi fogging lainnya," tuturnya.

Pihaknya sendiri sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, terkait adanya efisiensi yang berimbas pada jatah fogging ini.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat guna mendorong Pemdes mengalokasikan sebagian Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa untuk pengadaan alat fogging secara mandiri.

"Kami berharap pemerintah desa berkenan menganggarkannya sebagian dananya untuk pengadaan alat fogging, kalau masalah pelatihan SDM, kami siap dan sudah melakukan itu beberapa waktu lalu," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Kakak Beradik Terseret Ombak di Pantai Payangan Jember, Satu Ditemukan Tewas

Kedua korban dilaporkan hilang terseret ombak saat berwisata bersama keluarga.

Puncak Arus Balik Idul Adha 2026, Daop 8 Surabaya Layani 284 Ribu Penumpang

Puncak arus balik libur panjang Idul Adha 2026 bertepatan dengan Hari Lahir Pancasila. KAI Daop 8 Surabaya catat lonjakan tembus 284 ribu penumpang. Simak data lengkapnya di sini.

Jambret iPhone Turis Jerman di Kota Lama Surabaya Ditembak Polisi

Polisi menangkap pelaku jambret iPhone milik wisatawan asal Jerman di Kota Lama Surabaya. Pelaku dilumpuhkan karena melawan saat ditangkap.

Kapolres dan Dandim 0820 Probolinggo Terima Gelar Warga Kehormatan Suku Tengger

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat pada Malam Resepsi Yadnya Kasada di Pendopo Agung Desa Ngadisari.

Tabrak Pohon, Truk Pengangkut Ikan Asal Lamongan Terguling di JLS Tulungagung

Truk dalam perjalanan menuju Prigi Trenggalek, pengemudi dan penumpang alami luka serius.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

BMKG imbau warga selalu waspada potensi perubahan cuaca yang bisa terjadi kapan pun.