Rabu, 22 Jul 2026 05:14 WIB

Jatah Fogging Dinkes Tulungagung Terpangkas 75 Persen, Dampak Efisiensi Anggaran

Petugas melakukan fogging. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Petugas melakukan fogging. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Angka kematian kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tulungagung cukup tinggi. Dalam 2 bulan pertama di tahun 2025, sudah terdapat 4 kasus kematian.

Meskipun begitu, Dinas Kesehatan mengalami kendala dalam penanganan penyakit ini. Salah satu sebabnya, anggaran untuk pelaksanaan fogging yang dipangkas dari tahun sebelumnya.

Baca Juga: Dugaan Korupsi Kanjengan, Mantan Bupati Tulungagug Maryoto Diperiksa Kejaksaan

Kabid P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Desi Lusiana Wardani mengatakan, tahun ini pihaknya hanya mendapatkan alokasi jatah pelaksanaan fogging di 20 titik saja. Padahal tahun lalu, Dinkes mendapatkan alokasi anggaran untuk melakukan fogging di 80 titik.

Dari jatah 20 titik itu, sampai saat ini sudah 10 titik yang terlaksana, sedangkan sisanya akan digunakan untuk pelaksanaan fogging hingga akhir tahun nanti.

"Dari Januari - Februari ini sudah 10 kali fogging, sisanya ya harus kita hemat sampai akhir tahun nanti," ujarnya, Rabu (26/2/2025).

Dengan kondisi ini, pihaknya sangat selektif dalam pelaksanaan fogging, untuk memastikan jatah fogging yang ada bisa dimaksimalkan sampai akhir tahun nanti.

Baca Juga: Sensus Ekonomi di Tulungagung Sudah Capai 45 Persen, Bulan Depan Rampung

Mereka juga mengedepankan sosialisasi Pemberaantasan Sarang Nyamuk (PSN) kepada masyarakat. Cara ini dinilai lebih ampuh dibandingkan dengan kegiatan fogging.

"Kita juga memaksimalkan obat dan alat yang masih kita punya, sisa di lokasi sebelummya yang bisa kita pakai, ya kita maksimal di lokasi fogging lainnya," tuturnya.

Pihaknya sendiri sudah berkoordinasi dengan banyak pihak, terkait adanya efisiensi yang berimbas pada jatah fogging ini.

Baca Juga: 88 Persen SD di Tulungagung Gagal Penuhi Pagu Saat SPMB

Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa setempat guna mendorong Pemdes mengalokasikan sebagian Dana Desa maupun Alokasi Dana Desa untuk pengadaan alat fogging secara mandiri.

"Kami berharap pemerintah desa berkenan menganggarkannya sebagian dananya untuk pengadaan alat fogging, kalau masalah pelatihan SDM, kami siap dan sudah melakukan itu beberapa waktu lalu," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.