Senin, 15 Jun 2026 21:25 WIB

Diduga Depresi Setelah Menganggur, Febri Ditemukan Tewas Gantung Diri

  • Penulis :
  • | Kamis, 04 Okt 2018 19:24 WIB
Suasana rumah duka Febri di Menur 3/73-H, Sukolilo, Surabaya, Kamis (4/10/2018).
Suasana rumah duka Febri di Menur 3/73-H, Sukolilo, Surabaya, Kamis (4/10/2018).

jatimnow.com – Febri Anugrah Bimantara, remaja 22 tahun ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Menur 3/73-H, Sukolilo, Surabaya, Kamis (4/10/2018) sekitar pukul 12.30 Wib.

Febri ditemukan tewas oleh ibunya sendiri, Umi Kalsum (52). Febri mengakhiri hidupnya karena diduga depresi setelah lama menganggur ditambah lagi ayahnya baru saja meninggal.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

"Ibunya tadi pas pulang kerja dan bermaksud istirahat sejenak di rumahnya. Lha kok melihat Febri lehernya tergantung selang di ruang tengah," urai Rochim, Paman Febri saat ditemui wartawan.

Mendapati itu, ibu korban sontak teriak. Dia menangis histeris dan seolah tak percaya anak pertamanya itu menyusul kepergian ayahnya yang meninggal dunia sekitar 100 hari lalu. "Dia tinggal di rumah ini bersama ibu dan satu adik perempuannya," ungkap Rochim.

Menurut Rochim, keponakannya itu diduga gantung diri dengan cara memanjat tangga dan mengaitkan selang ke blandar (kayu atap rumah). Kemudian mengikatkan ke lehernya hingga saat ditemukan, leher keponakannya itu sudah membiru.

"Setelah keluar kerja 1 tahun lalu, kata ibunya dia (Febri) jarang keluar rumah," aku Rochim.

Sejak itu pula, Febri yang dulunya dikenal ceria dan kreatif menjadi sering murung dan suka menyendiri. Bahkan, sebelum ditemukan tewas gantung diri, keluarga tidak mengetahui adanya masalah yang menimpa Febri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Dia pinter design dan pernah coba buat kaos kemudian dijual. Dia ingin jadi anak yang mandiri," beber Rochim.

Teka-teki tewasnya Febri masih belum terkuak hingga jasadnya dievakuasi polisi dan dibawa ke Kamar Mayat RSU dr Soetomo, Surabaya untuk keperluan visum.

Sebab, Febri tidak meninggalkan pesan apapun. Saat ditemukan tewas, keluarga dan polisi juga tidak menemukan wasiat apapun pada tubuh Febri.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

"Kami semua kaget. Semoga arwahnya tenang di alam sana," pungkas Rochim seraya pamit karena harus menyambut para pelayat yang datang ke rumah keponakannya itu.

 

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.