Rabu, 22 Jul 2026 15:39 WIB

Diduga Uang Pajak Digelapkan, Warga Sanenrejo Jember Unjuk Rasa Kantor Desa

  • Penulis : Sugianto
  • | Selasa, 11 Feb 2025 19:52 WIB
Warga Sanenrejo Jember demo Kantor Desa (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Warga Sanenrejo Jember demo Kantor Desa (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Diduga uang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) digelapkan, warga Desa Sanenrejo Kecamatan Tempurejo Jember melakukan aksi unjuk rasa ke kantor desa setempat.

"Kami sudah mediasi dua kali dan kades siap melunasi pajak terutama yang (diduga) digelapkan. Masyarakat lelah, menuntut secara hukum Kades Sutikno wajib melunasi," kata Koordinator Aksi Priyo Julianang, Selasa (11/2/2024).

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Menurutnya, dugaan penggelapan pajak itu dimulai tahun 2004 sampai tahun 2015. Mereka beralasan, jika memang sudah terbayarkan pasti memiliki bukti kuitansi yang sudah dibayarkan.

"Tapi sampai hari ini tidak ada bukti yang dikirimkan. Malah mau mengajukan penghapusan di Kantor Bapenda (Badan Pendapatan Daerah) secara otomatis," ungkapnya.

Priyo menyebut, hitungan dari masyarakat kurang lebih sekitar Rp400 juta yang belum dibayarkan.

"Kami harap ini diselesaikan, tapi kami akan tetap menempuh jalur hukum. Karena kami hanya dapat omongan (janji)," kesalnya.

Priyo juga menyatakan, banyak masyarakat yang mengalami penunggakan pajak, akibat tidak dibayarkan.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

"Saya yakin masyarakat bayar pajak, karena taat hukum. Karena masyarakat setiap tahun pasti bayar," ujarnya.

Tak hanya PBB yang dipersoalkan warga, ada sekitar belasan orang yang mengajukan surat akta tanah, namun hingga tahunan belum selesai.

"Masyarakat mempercayakan ke pemerintah desa, bilangnya diproses dan ternyata belum. Ada yang setahun, dua tahun dan bahkan 4 tahun belum selesai," ucapnya.

"Uang sudah dibayarkan, tapi bukti penyelesaian tidak ada. Yang kami data, ada 15 orang yang ngajukan akte, padahal sudah bayar diantaranya Rp2,5 juta dan Rp3 jutaan," urainya.

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

Menanggapi itu, Kepala Desa Sanenrejo Sutikno mengatakan, sangat menghormati masyarakatnya yang melakukan aksi.

"Kami akan rapat ke Bapenda, kelemahan itu kita hormati. Barangkali ada keteledoran, tentu kita bantu. Masyarakat kurang memahami," akunya.

"Memang manusia tidak sempurna, bisa keteledoran. Yang jelas yang akan datang, kita kondisikan dan butuh waktu. Mulai sekarang kita benahi, agar bisa dipertanggungjawabkan," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.