Senin, 22 Jun 2026 07:04 WIB

Buaya Muara Masuk Tambak di Jabon Sidoarjo, Petani Terancam Gagal Panen

Buaya muara yang masuk ke tambak kepiting milik warga di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon, Sidoarjo. (Foto: Agus Winarno for jatimnow.com).
Buaya muara yang masuk ke tambak kepiting milik warga di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan Kecamatan Jabon, Sidoarjo. (Foto: Agus Winarno for jatimnow.com).

jatimnow.com - Buaya muara kembali meneror petani tambak kepiting di Dusun Tlocor, Desa Kedungpandan, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Pemilik tambak kebingungan bagaimana cara mengevakuasinya.

Anak pemilik tambak, Agus Winarno mengatakan, kurang lebih dua pekan terakhir harus berurusan dengan buaya tersebut. Kondisi tersebut membuat Agus semakin cemas, karena budidaya kepiting dan ikan bandeng serta nila yang ada di tambak sudah dipastikan gagal panen.

Baca Juga: Buaya Liar Satroni Tambak Warga Sidoarjo

"Kalau bisa Damkar atau pihak berwenang lainnya, agar dapat segera ke tambak membantu proses penangkapan buaya ini, biar tidak berlarut-larut. Saya harus minta tolong ke siapa lagi," ucapnya kepada jatimnow.com, Jumat (7/2/2025) sore.

Ia melanjutkan keberadaan buaya semakin membuatnya kuatir karena nampak semakin agresif dan buas.

"Itu karena waktu mau ditangkap beberapa hari kemarin, buayanya merasa terancam. Sekarang semakin agresif. Sebelumnya, kalau didekati dari atas tanggul itu tidak kabur. Sekarang kalau melihat gerakan sedikit sudah kabur, sama mulutnya terbuka gitu," jelasnya.

Baca Juga: 3 Ekor Buaya Besar Teror Warga Sekitar Sungai Kedungpeluk Sidoarjo

Agus mengeluhkan kepiting dan ikan di tambak miliknya banyak yang mati. Terlebih ada yang sudah dimakan buaya. Karena hal itu, ia memastikan hasil tambak miliknya kali ini akan gagal panen.

"Sepertinya ini sudah gagal panen, kepiting saya sudah banyak yang mati, itu ada di bawah pohon pisang. Belum lagi beberapa hari ini harga kepiting sudah turun," terangnya.

"Saya sebenarnya itu pengen segera ditangkap, tim bilangnya sudah tidak bisa menangkap lagi. Kalau sudah ketangkap saya sendiri, saya disuruh telepon," imbuhnya.

Baca Juga: Buaya 4 Meter Teror Warga Buduran Sidoarjo, Hati-hati....

Sementara itu, Koordinator Tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar Satuan Kerja (Satker) Surabaya, Suwardi mengatakan, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu proses penangkapan buaya tersebut.

"Call center 112 BPBD Sidoarjo sudah kami koordinasikan, saat ini mereka juga berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jatim, hanya saja belum bisa membantu," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.