Senin, 15 Jun 2026 23:52 WIB

Awas! Perlintasan Kereta Api di Desa Jubung Sukorambi Jember Tanpa Penjaga

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 05 Feb 2025 19:50 WIB
Perlintasan kereta api di Jember (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Perlintasan kereta api di Jember (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tidak adanya penjaga palang pintu di perlintasan sebidang kereta api di Desa Jubung Kecamatan Sukorambi Jember membuat warga sekitar dan para pengendara resah.

Tidak adanya petugas di perlintasan kereta api yang dikelola Dinas Perhubungan Jember ini diduga karena petugas terdampak dirumahkan atau di non-aktifkan bertugas.

Baca Juga: KAI Daop 9 Jember Tutup 11 Perlintasan Liar Sepanjang 2026

"Seharusnya, keselamatan warga tetap harus diprioritaskan. Saya tidak tahu, silahkan dipikirkan caranya bagaimana," kata Kepala Desa Jubung, Bhisma Perdana, Rabu (5/2/2025).

Bahkan ia sempat meminta warga untuk membantu menggantikan bertugas sementara.

"Jangan sampai, tidak ada anggaran menghambat operasional yang membahayakan bagi masyarakat. Karena keselamatan masyarakat yang utama," ungkap Bhisma.

Sedangkan warga setempat, Rudi mengaku sempat disuruh menjaga perlintasan yang kosong tidak ada petugasnya.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Kemarin jaga di sebelah barat, soalnya yang di barat dijaga dari (petugas) Dishub, ternyata sore tidak dijaga. Jadi antisipasi demi keselamatan, saya disuruh jaga di perlintasan sebidang 135 depan SPBU Jubung oleh Pak Kades," bebernya.

Sedangkan, Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro mengatakan, memang penjaga palang pintu perlintasan ada yang dijaga dari KAI dan Dinas Perhubungan, Kabupaten maupun Provinsi.

"Ada beberapa pintu perlintasan sebidang yang penjaganya tidak ada. Itu memang yang dikelola Dinas Perhubungan. Teknisnya, kami akan melakukan koordinasi. Salah satunya, dengan Dishub Jember dan Satlantas Polres Jember," jelasnya.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Beberapa di Jember ada 3 (perlintasan) yang memang petugas belum ada, sehingga kami lakukan koordinasi dan komunikasi. Sementara dijaga swadaya masyarakat, sampai ada petugasnya," sambungnya.

Cahyo menegaskan, pihaknya memberikan waktu dua hari untuk segera diisi petugas kembali. Karena bila tidak, maka pihaknya akan melakukan penyempitan dan mobil atau kendaraan lain tidak bisa masuk.

"Pada prinsipnya, perlintasan atau palang pintu untuk mengamankan perjalanan kereta api. Sehingga fokus kami, keselamatan perjalanan kereta api," tandasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.