Kamis, 18 Jun 2026 01:18 WIB

72 Kios Pasar Tunggak Retribusi, Pemkab Trenggalek Ancam Cabut Kepemilikan

Pasar Pon Trenggalek, kondisi kios di pasar pon trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pasar Pon Trenggalek, kondisi kios di pasar pon trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Tunggak pembayaran retribusi, 72 kios di Pasar Pon Trenggalek terancam dicabut. Puluhan kios tersebut selama ini juga dikosongkan oleh pedagang.

Pihak Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan perdagangan setempat berencana menawarkan kios yang kosong ini ke pedagang lainnya. Mereka juga siap melelang kios yang belum membayar retribusi pada Pemkab.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskomindag) Trenggalek, Saniran mengatakan, dari 479 kios di Pasar Pon Trenggalek ada 72 kios yang dibiarkan kosong dan menunggak retribusi. Padahal Pemkab Trenggalek telah berulang kali memberikan imbauan kepada pemilik kios.

"Ada 72 kios yang tidak ditempati pemiliknya. Mereka juga tidak membayar retribusi tahunan," ujarnya, Rabu (5/2/2025).

Tunggakan retribusi yang belum terbayar ini bervariasi nominalnya. Besaran retribusi yang dibebankan ke pedagang mulai dari Rp1 juta hingga Rp3,5 juta per tahunnya, tergantung luasan kios. Pemkab sebenarnya sudah memberi batas waktu kepada penyewa untuk melunasi tanggungan retribusi ini.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Untuk retribusi, harganya berbeda-beda tergantung kiosnya. Kami sudah beri batas waktu tertentu untuk pembayaran retribusi," terangnya.

Apabila dalam waktu yang ditentukan, pemilik kios tidak membayar retribusi, maka Pemkab Trenggalek akan mencabut hak kepemilikan kios.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Pencabutan hak kepemilikan kios kepada pedagang yang tidak membayar retribusi telah disepakati Bupati Trenggalek. Bahkan Pemkab Trenggalek siap melakukan lelang terhadap kios di Pasar Pon.

"Kios yang kosong banyak di lantai 2. Dan beberapa pedagang berasalan kondisi pasar masih sepi dari pengunjung," pungkasnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.