Minggu, 14 Jun 2026 12:26 WIB

BMKG Warning Cuaca Ekstrem 3 hingga 6 Februari di Jawa Timur

Peta prakiraan cuaca wilayah Jawa Timur. (Foto: Kepala BMKG Jawa Timur di Juanda, Taufiq Hermawan for jatimnow.com).
Peta prakiraan cuaca wilayah Jawa Timur. (Foto: Kepala BMKG Jawa Timur di Juanda, Taufiq Hermawan for jatimnow.com).

jatimnow.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama tiga hari ke depan, 3-6 Februari 2025.

BMKG juga memberikan warning kewaspadaan kecepatan angin 54 KM perjam di wilayah Jawa Timur. Kepala BMKG Jawa Timur di Juanda, Taufiq Hermawan mengimbau untuk menghindari bangunan tinggi semi permanen yang rapuh dan mudah roboh.

Baca Juga: Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

"Jangan berteduh di bawah pohon tinggi besar dan rapuh serta waspada terhadap lewat Jembatan Suramadu," ucapnya saat dikonfirmasi jatimnow.com, Senin (3/2/2025).

Ia melanjutkan, berdasarkan analisa pola angin gradien 3000 feet, terpantau adanya Siklon Tropis Taliah di Samudra Hindia sebelah Australia.

"Adanya Siklon Tropis Taliah di Samudra Hindia sebelah Australia dapat berdampak pada peningkatan kecepatan angin secara signifikan di wilayah Jawa Timur. Secara umum kondisi angin saat ini di wilayah Jawa Timur bertiup dari arah Barat hingga Barat laut dengan kecepatan hingga mencapai 30 knot (54 km/jam)," jelasnya.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Ia melanjutkan, peningkatan kecepatan angin juga berdampak terhadap peningkatan ketinggian gelombang di perairan Jawa Timur.

Taufiq menambahkan saat ini wilayah Jawa Timur berada pada musim hujan dan beberapa wilayah berada pada puncak musim hujan. 

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Hal ini menurutnya karena aktifnya Monsun Asia, adanya fenomena gelombang atmosfer Kelvin dan Madden Jullian Oscilation (MJO) serta di dukung dengan kelembapan udara yang lembap dari lapisan bawah hingga atas dan kondisi atmosfer lokal Jawa Timur yang labil mengakibatkan peningkatan pertumbuhan awan-awan penghujan di wilayah Jawa Timur meningkat.

"Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang," terangnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.