Minggu, 14 Jun 2026 04:02 WIB

16 Rumah di Pasuruan Rusak Parah gegara Tanah Gerak, Warga Mengungsi ke Sekolah

  • Penulis :
  • | Jumat, 31 Jan 2025 10:04 WIB
Fenomena tanah gerak di Pasuruan. (Foto: Humas Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)
Fenomena tanah gerak di Pasuruan. (Foto: Humas Pemkab Pasuruan for jatimnow.com)

jatimnow.com - 16 Rumah warga RT 01 RW 08 Dusun Sempu, Desa Cowek, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan mengalami kerusakan parah akibat tanah gerak.

Warga setempat, Darmanto mengaku, kejadian tanah gerak ini sebenarnya sudah dirasakan sejak dua hari lalu, tepatnya Selasa (28/1/2025) sore.

Baca Juga: Sengketa Lahan TNI AL dan Warga 10 Desa Pasuruan Temui Titik Terang di DPR RI

Akibat tanah gerak, permukiman warga hingga akses jalan utama di wilayah tersebut mengalami kerusakan sehingga membahayakan para warga.

Darmanto mengatakan, tembok rumahnya tiba-tiba mengalami retak. Begitu juga lantai keramik rumahnya juga pecah dan mengelupas dengan sendirinya.

"Kemarin lihat lantai nya pecah dan mengelupas disertai bunyi keras. Tembok ruang tamu saya juga retak dan pecah," ungkapnya, seperti dilansir dari laman Pemkab Pasuruan, Kamis (30/1/2025).

Darmanto dan puluhan warga lainnya terpaksa meninggalkan rumahnya demi keselamatan ia dan lima anggota keluarganya.

"Mau balik ke rumah takut longsor, mending ditinggal saja," singkatnya.

Baca Juga: Simak Rekayasa Lalu Lintas Dampak Pembangunan Jembatan Bokwedi Pasuruan

Menanggapi fenomena tanah gerak, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi menjelaskan, fenomena tanah gerak telah menimbulkan kerusakan parah pada 16 rumah warga yang lokasinya dekat dengan tebing.

"Paling parah ada 16 rumah warga terdampak, dan posisinya kebanyakan dekat dengan tebing," jelasnya.

"Namun total ada 47 rumah warga terdampak tanah gerak," tambah Sugeng.

Baca Juga: Terdampak Angin Puting Beliung, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak

Dari jumlah tersebut, 16 rumah diantaranya mengalami kerusakan paling parah, sedangkan sisanya rusak sedang dan ringan. Sedangkan jumlah warga yang menghuni 47 rumah tersebut mencapai 176 orang.

"Kalau total KK nya ada 47 KK. Sedangkan yang parah ada 16 rumah dengan 57 orang penghuninya. Kalau total warga terdampak ada 176 jiwa," ucapnya.

Dengan kejadian ini, seluruh warga terpaksa diungsikan ke SDN Cowek 2 untuk sementara waktu sampai benar-benar aman.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.