Rabu, 22 Jul 2026 15:07 WIB

Hindari Tawuran Antar Pesilat, UBM UIN KHAS Jember Gelar Tarung Bebas

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 26 Jan 2025 11:45 WIB
Para peserta tarung bebas beradu ketangkasan. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Para peserta tarung bebas beradu ketangkasan. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk mengurangi dan menghindari adanya tawuran antar pesilat, Unit Beladiri Mahasiswa (UBM) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kejuaran tarung bebas di Aula lama UIN KHAS Jember, Sabtu (25/1/2025). 

Tarung bebas ini dikonsep dengan Fight Championship yang menggabungkan berbagai jenis beladiri yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Siswa TK-SD di Bangsalsari Jember Keracunan, Santapan MBG Diduga Jadi Pemicu

Ketua UBM UIN Khas Jember, Muhammad Zulkarnain Fikri, menyampaikan tarung bebas ini diikuti 150 peserta dari berbagai Perguruan dan komunitas beladiri di Jember. Ada 20 kontingen yang berpartisipasi, dengan total peserta 50 orang.

“Tujuan utama kegiatan ini, memberikan wadah bagi generasi muda dan pesilat untuk menunjukkan bakat mereka secara profesional," ungkapnya. 

Di Jember, stigma negatif pencak silat masih kental. Masyarakat memandang pesilat sering bertindak anarkis.

"Kami ingin mengubah stigma negatif pesilat yang sering dianggap anarkis menjadi sesuatu yang positif dan berprestasi," tegasnya.

Baca Juga: Genjot Produktivitas Pangan, Pemkab Jember Kucurkan Rp312 Miliar

Di samping itu, UIN KHAS Fight Championship ini juga bertujuan untuk mengurangi aksi kriminalitas dan tawuran di kalangan pemuda, yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami menyediakan alternatif bagi pemuda, untuk menyalurkan energi atau bakat mereka ke arah yang lebih baik," terang Zulkarnain.

UIN KHAS Fight Championship juga terbuka bagi masyarakat umum, yang hendak menguji kemampuan mereka dalam seni beladiri. Termasuk dari kalangan manapun. 

Baca Juga: Ratusan Warga Ajung Jember Terjangkit Penyakit Kronis, Banyak yang Takut Berobat

"Kami mengundang siapa saja yang merasa memiliki kemampuan untuk bertarung di arena kompetisi ini," imbuhnya.

Selain dari umum dan Mahasiswa, kegiatan ini bahkan menyasar pemuda tingkat SMA yang sering terlibat tawuran, agar mereka memiliki kegiatan yang lebih positif.

"Kejuaraan ini diperuntukkan bagi peserta berusia 16 hingga 30 tahun dan sekaligus mempromosikan Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA) di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Target 100 GW dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Hingga hari ini, kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Indonesia baru sedikit melampaui 1 gigawatt (GW).

5 Fakta Anak Angkat dan Pacarnya Bunuh Ayah di Nganjuk, Ada Cinta Tak Direstui

Penyidikan juga mengungkap pembunuhan pria oleh anak angkatnya itu diduga telah dirancang beberapa hari sebelumnya.

Oknum Polisi di Blitar Ditangkap Saat Pesta Narkoba

Polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus ini, oknum anggota Polres Blitar Kota sudah dilakukan penahanan.

Wabup Lamongan Harapkan MPLS Jadi Pijakan Menuju Pendidikan Inklusif

MPLS Ramah merupakan pondasi awal bagi peserta didik dalam membangun karakter, semangat belajar, dan kesiapan menghadapi proses pendidikan.

Prabowo Hadiri Panen Raya Tebu di Malang, Ratusan Petugas Jaga Ketat Rute VVIP

Panen raya dipusatkan di lahan tebu kawasan Pangkalan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Dusun Krajan, Desa Bunut Wetan, Kecamatan Pakis.

Beraksi di 20 TKP, Pasangan Jambret Asal Malang Ditangkap Polisi Tulungagung

Sasar pedagang yang hendak pergi ke pasar, salah satu korban meninggal dunia usai dijambret tersangka.