Minggu, 07 Jun 2026 09:09 WIB

Hindari Tawuran Antar Pesilat, UBM UIN KHAS Jember Gelar Tarung Bebas

  • Penulis : Sugianto
  • | Minggu, 26 Jan 2025 11:45 WIB
Para peserta tarung bebas beradu ketangkasan. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Para peserta tarung bebas beradu ketangkasan. (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Untuk mengurangi dan menghindari adanya tawuran antar pesilat, Unit Beladiri Mahasiswa (UBM) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember menggelar kejuaran tarung bebas di Aula lama UIN KHAS Jember, Sabtu (25/1/2025). 

Tarung bebas ini dikonsep dengan Fight Championship yang menggabungkan berbagai jenis beladiri yang ada di Indonesia.

Baca Juga: Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional di Jember, Lansia Tangguh Indonesia Tumbuh

Ketua UBM UIN Khas Jember, Muhammad Zulkarnain Fikri, menyampaikan tarung bebas ini diikuti 150 peserta dari berbagai Perguruan dan komunitas beladiri di Jember. Ada 20 kontingen yang berpartisipasi, dengan total peserta 50 orang.

“Tujuan utama kegiatan ini, memberikan wadah bagi generasi muda dan pesilat untuk menunjukkan bakat mereka secara profesional," ungkapnya. 

Di Jember, stigma negatif pencak silat masih kental. Masyarakat memandang pesilat sering bertindak anarkis.

"Kami ingin mengubah stigma negatif pesilat yang sering dianggap anarkis menjadi sesuatu yang positif dan berprestasi," tegasnya.

Baca Juga: Kerja Sama Sister City Jember-Jinhua Tuai Pujian Akademisi UB

Di samping itu, UIN KHAS Fight Championship ini juga bertujuan untuk mengurangi aksi kriminalitas dan tawuran di kalangan pemuda, yang selama ini kerap meresahkan masyarakat.

"Melalui kegiatan ini, kami menyediakan alternatif bagi pemuda, untuk menyalurkan energi atau bakat mereka ke arah yang lebih baik," terang Zulkarnain.

UIN KHAS Fight Championship juga terbuka bagi masyarakat umum, yang hendak menguji kemampuan mereka dalam seni beladiri. Termasuk dari kalangan manapun. 

Baca Juga: Belasan Warga Jember Terserang DBD, PMI Lakukan Fogging dan PSN Serentak

"Kami mengundang siapa saja yang merasa memiliki kemampuan untuk bertarung di arena kompetisi ini," imbuhnya.

Selain dari umum dan Mahasiswa, kegiatan ini bahkan menyasar pemuda tingkat SMA yang sering terlibat tawuran, agar mereka memiliki kegiatan yang lebih positif.

"Kejuaraan ini diperuntukkan bagi peserta berusia 16 hingga 30 tahun dan sekaligus mempromosikan Asosiasi Seni Tarung Tradisi (ASTA) di Indonesia," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Menkop Dukung Kemitraan Petani-Koperasi di Kediri, Kejar Swasembada Gula 2028

Kolaborasi ini merupakan bentuk sinergi nyata antara koperasi, petani, dan pelaku industri.

Akhir Pekan Cuaca di Surabaya Cerah, tapi Waspada Panas yang Menyengat

Tidak terlihat adanya potensi hujan yang signifikan sepanjang hari. Cuaca mendukung berbagai aktivitas masyarakat, khususnya aktivitas di luar ruangan.

Tuai Polemik, Komisi III DPRD Kota Probolinggo Sidak Proyek Swalayan Jalan Cokro

Komisi III telah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi untuk memastikan kelengkapan izin proyek di atas lahan seluas 1,3 hektare tersebut.

Update Kepulangan Haji 2026: 7.581 Jemaah Tiba via Debarkasi Surabaya

Update kepulangan haji 2026 Debarkasi Surabaya: 7.581 jemaah dari 20 kloter tiba di Tanah Air. 2 jemaah asal Malang wafat, 3 lainnya dirawat di RS Arab Saudi.

Plt Bupati Tulungagung Ajak Masyarakat Lakukan Pemilahan Sampah Dari Sumber

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Pemkab Tulungagung gelar deklarasi gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pakar Ingatkan Ancaman Krisis Energi

Pakar lingkungan soroti krisis energi, penumpukan sampah, hingga bahaya mikropolutan di momen Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.