Rabu, 17 Jun 2026 04:55 WIB

Harga LPG 3 Kg Naik, Pedagang Makanan di Kediri Menangis

  • Penulis :
  • | Kamis, 16 Jan 2025 08:40 WIB
Katmi saat melayani pembeli di warungnya. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Katmi saat melayani pembeli di warungnya. (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

jatimnow.com - Kabar kenaikan harga LPG 3 Kg membuat pedagang makanan di Kota Kediri menangis. Harga tabung melon di eceran yang  diperkirakan mencapai Rp20.000 membuat untung mereka makin tipis.

Katmi, pedagang nasi di jalan Pahlawan Kusuma Bangsa ini sedih mendengar kabar penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET) LPG subsidi 3 Kg di wilayah Jawa Timur, dari Rp16.000 menjadi Rp18.000.

Baca Juga: Daftar Harga BBM Pertamina Terbaru, Pertamax Naik Signifikan

Menurut Katmi, dalam seminggu dia mengonsumsi 8 tabung melon. Empat untuk menyiapkan dagangannya di rumah, empat lagi berada di warungnya untuk memanaskan lauk dan membuat kopi atau teh.

Saat ini dia mendapatkan LPG 3 Kg dengan harga Rp18.000 di eceran. Bisa dipastikan dengan HET yang naik, harga di eceran bisa mencapai Rp20.000.

“Kalau naik ya dikalikan aja 8, untungnya sangat tipis. Jadi ya kalau ada berita seperti ini menangis. Kebetulan belum belanja, tapi ya sekarang aja udah Rp18.000, kalau naik apa nggak Rp20.000 jadinya,” keluh Katmi, Kamis (16/1/2025).

Jika benar harga LPG 3 Kg mencapai Rp20.000, berarti dia harus mengeluarkan Rp640.000 dalam sebulan. Sementara, dia tidak berani langsung menaikkan harga dagangannya, karena khawatir akan mempengaruhi jumlah pembelinya.

“Hanya bisa berharap tidak jadi naik,” harap Katmi.

Seperti diketahui, penyesuaian harga LPG subsidi 3 Kg ini mulai berlaku Rabu (15/1/2025). Sesuai dengan SK Pj. Gubernur Jawa Timur No. 100.3.3.1/801/KPTS/013/2024 dengan kenaikan dari Rp16.000 menjadi Rp18.000.

Baca Juga: PGN Pasok Gas Bumi ke RSUP Sardjito, Dorong Green Hospital

Area Manager Comm, Rel & CSR, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi mengajak masyarakat untuk tidak membeli di eceran. Pengecer menurutnya bukan rantai jalur distribusi yang diawasi karena tidak berkontrak dengan agen atau pangkalan.

“Kami terus melakukan upaya untuk mengajak pengecer naik kelas menjadi pangkalan, agar dapat melayani masyarakat lebih luas lagi. Pengecer sendiri bukan merupakan rantai jalur distribusi yang diawasi karena tidak berkontrak dengan agen atau pangkalan, sehingga apabila ingin melakukan pembelian tabung 3 Kg disarankan untuk membeli di pangkalan, karena ketika ada salah satu ketentuan yang tidak dipatuhi oleh pihak pangkalan maka akan diberikan sanksi berupa stop alokasi sampai dengan Pemutusan Hubungan Usaha (PHU),” kata Ahad Rahedi dalam siaran tertulisnya, Rabu (15/1/2025).

Saat ini sudah ada lebih dari dua pangkalan di seluruh desa/kelurahan di wilayah Jatim. Nantinya menurut Ahad, dengan semakin banyak pengecer yang beralih status menjadi pangkalan resmi tentu akan semakin mudah dan nyaman bagi masyarakat untuk  mendapatkan LPG bersubsidi 3 Kg.

Ahad menambahkan, dengan adanya penyesuaian HET LPG subsidi 3 Kg sesuai arahan pemerintah Provinsi Jawa Timur ini, Pertamina telah melakukan sosialisasi, bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan OPD terkait, Hiswana Migas, SPBE hingga Agen LPG PSO.

Baca Juga: Pertamina Jamin Stok LPG 3 Kg Aman Selama Libur Idul Adha di Jatim

Selanjutnya untuk memastikan harga LPG sesuai dengan HET, seperti yang sudah dilaksanakan secara berkala, Pertamina rutin melakukan monev dan sidak untuk memastikan pangkalan Pertamina memberikan harga sesuai HET.

Saat ini total pangkalan LPG 3 Kg se-Jatim mencapai 34.739 pangkalan dengan jumlah 142 pengecer yang sudah naik kelas menjadi pangkalan dan masih ada lebih dari 400 pengecer yang sedang berproses menjadi pangkalan. Untuk stok LPG di Jawa Timur dalam keadaan aman di posisi 9.010 metrik ton dengan rata-rata konsumsi harian 4.668 metrik ton.

"Selanjutnya sebagai bentuk pengawasan, kami juga akan terus melaksanakan pendataan pembelian LPG bersubsidi 3kg untuk memastikan adanya data penyaluran dan kewajaran penggunaan terhadap barang bersubsidi," tutup Ahad.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.