Sabtu, 13 Jun 2026 12:15 WIB

Napak Tilas Pabrik Gula Candi, Pangkal Industrialisasi Sidoarjo

Agenda Tilik Mburi napak tilas pabrik gula Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Agenda Tilik Mburi napak tilas pabrik gula Candi Sidoarjo. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Komunitas Sidoalce menggelar agenda Tilik Mburi, napak tilas di Pabrik Gula Candi Sidoarjo. Pabrik yang dibangun pada tahun 1832 ini merupakan pangkal industrialisasi Kota Udang, termasuk Jawa Timur.

Dalam napak tilas tersebut, Sidoalce mengajak 65 peserta dari berbagai wilayah di Indonesia. Mereka dikenalkan sejarah panjang pabrik tua ini, juga berkeliling melihat arsitektur dan alat-alat produksi.

Baca Juga: Pelajar Asal Bogor Tewas Terlindas Truk di Gedangan Sidoarjo

“Pabrik Gula Candi adalah pabrik gula tertua di Sidoarjo berdiri pertama kali di tahun 1832. Dari pabrik gula inilah industrialisasi itu ada di Sidoarjo dan Jawa Timur. Dari sini maka bersama mengajak masyarakat mengenal lebih dekat pabrik gula Candi yang masih aktif hingga saat ini," kata Founder Sidoalce, Radhitya Probo Ratu Nagoro, Selasa (14/1/2025) sore.

Menurut Radhitya Probo, Pabrik Gula Candi Sidoarjo ini memiliki keunikan yang harus dilestarikan. Yakni, rumah administraturnya yang masih kokoh dan tidak berubah, cerobong, juga mesin-mesin lama yang masih kuat dan bisa digunakan sampai sekarang.

Baca Juga: Inspirasi Schools Bangun Pembelajaran Global Berbasis Karakter

Baginya, napak tilas Pabrik Gula Candi ini penting sebagai upaya memajukan Sidoarjo melalui sejarah peradaban. Terlebih, saat ini Tilik Mburi telah mendapat dukungan dari Google Local Guide Indonesia, yang membuat Sidoarjo bisa dikenal lebih luas lagi.

"Menurut kami ini sebagai upaya memajukan Sidoarjo dan merupakan langkah tepat untuk menyampaikan sejarah peradaban cikal bakal pabrik gula pertama beserta isi dan bangunannya agar masyarakat luas lebih mengenal dan memahami Sidoarjo," imbuhnya.

Baca Juga: WNA India Ditangkap di Sidoarjo, Diduga Telantarkan Anak Kandung

Sementara itu, salah satu peserta dari Bekasi, Faizal mengungkapkan kegembiraannya, bisa mengenal salah satu jejak sejarah di Sidoarjo. Bukan hanya pada bagian kulitnya saja, melainkan lebih dalam ke seluruh bagian pabrik.

"Saya suka traveling dan tertarik dengan yang berbau sejarah. Kalau dibandingkan dengan wilayah lainnya di luar Sidoarjo, agenda ini sangat berkesan karena terkonsep dan terorganisir. Yang biasanya acara saya ikuti, begitu kita datang kemudian hanya diterangkan di bagian depan terus pindah ke tempat lain. Kalau disini kita belajar memahami dan mendalami Sidoarjo lebih leluasa tidak hanya di bagian luar, namun hingga dalam dan kelilingnya. Menurut saya ini pengalaman luar biasa yang menakjubkan," terangnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Mandi Bareng Teman, Pelajar Sragen Tewas Tenggelam di Bengawan Solo Ngawi

Jasad korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan pada radius sekitar 50 meter dari titik awal ia dilaporkan tenggelam di kawasan Desa Mantingan, Kecamatan Mantingan.

Penyegaran Organisasi, Kasat dan Kapolsek Probolinggo Dimutasi

Kapolres mengajak seluruh jajaran Polres Probolinggo untuk terus menjaga profesionalisme dan menjunjung tinggi nilai-nilai Presisi.

Melawan Saat Ditangkap, Dua Pembobol Toko Bangunan Tulungagung Didor

Pelaku diketahui merupakan komplotan pembobolan toko lintas kota dan provinsi.

Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Peta peringatan dini ini merepresentasikan nilai akumulasi curah hujan harian paling tinggi dalam skala satu kabupaten atau kota.

Gol Larin Selamatkan Kanada dari Kekalahan Saat Melawan Bosnia-Herzegovina

Tuan rumah Kanada harus puas bermain imbang 1-1 di laga pembukan grup B Piala Dunia 2026.

Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Waspadai potensi turunnya hujan dengan intensitas ringan di beberapa wilayah.