Minggu, 21 Jun 2026 03:16 WIB

Pemprov Jatim Siapkan Relokasi Korban Tanah Gerak di Trenggalek

Sri Untari saat meninjau lokasi bencana tanah gerak di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Sri Untari saat meninjau lokasi bencana tanah gerak di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan rencana relokasi untuk korban bencana tanah gerak di Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek. Sebanyak 119 jiwa kini sudah mengungsi ke dua posko yang disiapkan pemerintah. Beberapa di antaranya mengungsi ke rumah kerabat.

Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisawarno saat meninjau lokasi mengataan luasan lahan yang disiapkan untuk relokasi ini sekitar empat hektar. Jumlah tersebut masih bisa bertambah sesuai dengan kebutuhan dan hasil evaluasi.

Baca Juga: Beasiswa LPPD Jatim 2026 Dibuka, Siapkan Kuota Kampus Al-Azhar Mesir

"Minimal (luas) lahan yang kami siapkan sekitar empat hektare. Bisa lebih bergantung kebutuhan dan hasil evaluasi yang saat ini sedang dilakukan," ujarnya, Selasa (14/1/2024).

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral, disepakati bahwa semua tahapan administrasi berkaitan dengan rencana relokasi itu sudah harus tuntas maksimal akhir Januari 2025. Komunikasi dan koordinasi dengan Kementerian Kehutanan terkait pemanfaatan lahan Perhutani untuk relokasi warga terdampak tanah gerak sudah dan masih terus dilakukan. Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui BPBD menyiapkan anggaran untuk pembangunan huntara (hunian sementara).

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Tugas pemerintah daerah adalah menyiapkan (mengupayakan lahan) sementara pemprov menyiapkan anggaran untuk pembangunan huntara dengan nominal per unit sebesar Rp50 juta," ungkap Kepala Pelaksana BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto yang juga hadir dalam rapat tersebut.

Sementara itu Kalaksa BPBD Trenggalek, Triadi Atmono menerangkan berdasar data sementara jumlah warga terdampak tanah gerak di wilayah lereng pegunungan pesisir selatan daerah itu tercatat sebanyak 43 KK 119 jiwa. Jumlah bangunan yang terdampak ada 38 unit. Namun jumlah ini masih akan diverifikasi oleh tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang melakukan penelitian di lokasi tersebut.

Baca Juga: Jatim Raih Penghargaan Kategori Pemda Terbaik Penurunan Pengangguran

"Tugas tim ini adalah memetakan sekaligus mengevaluasi kondisi geologis area terdampak tanah gerak di Desa Ngrandu, menganalisis langkah mitigasi kebencanaan secara detail, memastikan erea terdampak sekaligus melakukan survei lapangan calon lahan relokasi di lapangan  Nggiling Desa Ngrandu yang saat dini dijadikan titik posko pengungsian," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.