Senin, 15 Jun 2026 17:21 WIB

Harga Cabai di Ponorogo juga Melonjak Rp100 Ribu, Efek Cuaca?

Pedagang cabai di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Pedagang cabai di Ponorogo. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Harga cabai rawit di Pasar Legi Ponorogo turut meroket mencapai Rp100 ribu per kilogram.

Kenaikan ini membuat pedagang dan pembeli sama-sama merasakan dampaknya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Menurut Suprihatin, salah satu pedagang di Pasar Legi, lonjakan harga ini mulai terasa sejak Sabtu (4/1/2025). Ia menyebut, faktor cuaca menjadi salah satu penyebab utama.

“Musim hujan membuat banyak cabai rawit membusuk. Bahkan banyak yang rontok sebelum dipanen. Stok yang datang sedikit, dan itu pun banyak yang rusak,” ungkap Suprihatin, Jumat (10/1/2025).

Ia menambahkan, jika biasanya dari 10 kilogram cabai yang diterima, semuanya bisa dijual. Kini, hanya separuhnya yang layak dijual.

Akibatnya, pembeli juga cenderung mengurangi jumlah pembelian.

“Biasanya beli 1 kilogram, sekarang paling setengah atau seperempat,” katanya.

Pedagang lain, Evi Anggraini, mengatakan bahwa harga cabai rawit di lapaknya saat ini berkisar antara Rp90 ribu hingga Rp95 ribu per kilogram.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Padahal, sebelumnya harga cabai rawit hanya Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram.

“Sejak awal tahun, tepatnya 1 Januari 2025, harga terus naik. Sampai sekarang, bukannya turun, malah makin mahal,” jelasnya.

Dampaknya, jumlah cabai yang terjual pun menurun drastis.

“Biasanya saya bisa menjual 40 kilogram per hari, sekarang paling hanya 10 kilogram,” tambah Evi.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Salah satu pembeli, Sujono, mengaku tetap membeli cabai rawit meskipun harganya tinggi. Bagi Sujono, yang penting stok cabai tersedia.

“Cabai mahal tidak apa-apa, yang penting jangan sampai langka. Cabai ini untuk sambal dagangan saya,” ujar pria yang juga penjual sate gulai itu

Cuaca yang tidak menentu akibat musim hujan diperkirakan masih akan memengaruhi pasokan cabai rawit dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini menjadi perhatian baik bagi pedagang maupun pembeli yang harus menyesuaikan harga yang tinggi.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.