Minggu, 21 Jun 2026 22:11 WIB

Demo Penghentian JPK di Jember, Massa Gelar Teatrikal Lempar Pasien ke Depan RS

  • Penulis : Sugianto
  • | Jumat, 10 Jan 2025 07:23 WIB
Teatrikal massa pendemo telantarkan pasien di depan rumah sakit (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Teatrikal massa pendemo telantarkan pasien di depan rumah sakit (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ratusan massa pendemo dihentikannya program J-Keren atau Jember Pasti Keren (JPK), menggelar teatrikal pasien miskin yang sedang sakit dilempar di depan rumah sakit.

Aksi demo dan teatrikal itu bentuk kekecewaan masyarakat, atas dihentikannya program J-Keren (JPK). Masyarakat miskin kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis.

Baca Juga: Kader NasDem Jember Desak Dewan Pers Sanksi Majalah Tempo

Program J-Keren sendiri sangat mudah bagi masyarakat untuk mendapatkan pelayanan gratis dari 3 RSD dan 50 puskesmas di Jember, dengan hanya bermodalkan KTP Jember.

Namun sayang, adanya J-Keren berdampak hutang Pemerintah Kabupaten Jember dengan nilai sebesar Rp160 miliar.

Dalam teatrikal, terlihat para pendemo mengantar dan melempar pasien ke rumah sakit, karena tidak mendapatkan pelayanan. 

Ratusan pendemo juga berteriak lantang menanyakan tentang solusi bagi pasien miskin yang tidak mampu membayar. Pertanyaan dilemparkan pada bupati dan kepala dinas kesehatan dalam teatrikal.

"Setelah ditelisik program J-Keren dengan Peraturan Bupati. Kemudian tiba-tiba oleh Kepala Dinas Kesehatan, bawahannya (bupati) mengeluarkan surat penghentian pelayanan itu," kata Koordinator Aksi, Kustiono kepada sejumlah wartawan, Kamis (9/1/2025).

Baca Juga: Foto: Aksi Dramatis Korps Marinir Guncang Jakarta

Tidak hanya itu, banyak masyarakat di Jember yang menjadi peserta BPJS PBI APBD juga tidak bisa berobat, lantaran tidak terbayarkan.

"Tadi pagi masih dapat laporan di Puskesmas Tanggul, ada pasien miskin yang punya BPJS PBI tapi kartu nonaktif dan tidak bisa dilayani," ungkapnya.

Masyarakat pun bergerak meminta pertanggungjawaban kepada kepala dinas untuk mencabut surat penghentian tersebut serta kembali menjalankan program itu (J-Keren). Namun bila tidak, pendemo mendesak bupati mencabut Perbup J-Keren.

Baca Juga: Dalang Kerusuhan Jakarta Terungkap? Mantan Kepala BIN Ungkap Ini

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan dr. Hendro Soelistijono menyampaikan, ada beberapa solusi hasil diskusi dengan bupati dan tim, bahwa nanti yang berobat gratis adalah benar-benar masyarakat miskin.

"Dibuktikan dengan SPM dari Dinas Sosial dan terdata dalam DTKS. Karena selama ini, JPK (J-Keren) tidak memilih, semua ber-KTP Jember bisa pakai," jelasnya.

"Jadi bisa pakai SPM dan terdata DTKS. Karena regulasinya demikian. Bahwa bisa menggunakan APBD, yaitu benar-benar masyarakat miskin yang didaftarkan BPJS PBI APBD maupun APBN," imbuhnya.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.