Senin, 15 Jun 2026 06:38 WIB

Shin Tae-yong Dipecat, STY KW dari Ponorogo Kecewa Berat

Suwito si STY KW. (Foto: Suwito for jatimnow.com)
Suwito si STY KW. (Foto: Suwito for jatimnow.com)

jatimnow.com – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Shin Tae-yong resmi dipecat oleh Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Kabar ini mengejutkan banyak pihak, termasuk Suwito, warga Ponorogo yang dikenal sebagai ‘STY KW’ karena penampilannya yang menyerupai pelatih asal Korea Selatan tersebut.

Menanggapi kabar tersebut, Suwito mengungkapkan kekecewaannya. Menurutnya, STY telah membawa perubahan besar untuk Tim Garuda.

Baca Juga: 65 Peserta Ikuti Seleksi Timnas Mini Soccer di Inzia Kediri, Lebih Ramai dari Jogja-Malang

“Ya, saya kecewa banget. STY itu pelatih hebat yang sudah banyak membawa perubahan besar untuk Timnas Indonesia,” ujar Suwito pada Selasa (7/1/2025).

Menurut Suwito, Shin Tae-yong telah memberikan kontribusi besar sejak bergabung pada 2020. Salah satu pencapaian yang diingat adalah keberhasilannya meningkatkan peringkat FIFA Timnas Indonesia dari posisi 174 menjadi 127.

“STY sudah membawa nama harum Indonesia. Harusnya dia tidak diperlakukan seperti ini (dipecat),” tambah warga Kecamatan Slahung, Ponorogo itu.

Baca Juga: Shin Tae-yong Buka Seleksi Timnas Mini Soccer di Inzia Kediri, Catat Tanggalnya

Suwito berharap keputusan PSSI dapat dipertimbangkan ulang.

“Harapan saya, semoga STY ditarik kembali untuk melatih Timnas Indonesia. Dia layak dipertahankan,” paparnya.

Namun, jika hal itu tidak memungkinkan, Suwito tetap memberikan dukungan kepada PSSI.

Baca Juga: Takluk di Laga Final FIFA Series, Pelatih Timnas Indonesia Ungkap Kelemahan Tim

Selain mendukung Timnas, Suwito mengaku bersyukur karena peran Shin Tae-yong juga membawa dampak positif bagi dirinya. Sebagai sosok yang dikenal mirip dengan pelatih asal Korea Selatan tersebut, Suwito merasa mendapatkan rejeki tersendiri.

“Sebagai STY KW, saya bahagia banget. Karena STY, saya juga ikut kecipratan rezeki,” tutupnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.