Sabtu, 20 Jun 2026 02:51 WIB

Puluhan Kambing Mati Mendadak di Ponorogo, Diduga Akibat Cuaca Ekstrem

Kambing yang mati mendadak. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)
Kambing yang mati mendadak. (Foto: Ahmad Fauzani/jatimnow.com)

jatimnow.com – Sebanyak 80 kambing di Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, dilaporkan mati mendadak dalam kurun waktu sebulan terakhir. 

Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dipertahankan) Ponorogo mengungkapkan bahwa kematian hewan ternak tersebut diduga disebabkan oleh cuaca ekstrem, bukan akibat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

“Kematian kambing ini tidak ada kaitannya dengan PMK. Penyebab utamanya adalah cuaca ekstrem yang berdampak pada kualitas pakan,” jelas Kabid Peternakan, Kesehatan Hewan, dan Perikanan Dipertahankan Ponorogo, Siti Barokah, pada Senin (6/1/2025).

Siti Barokah menjelaskan bahwa kambing-kambing tersebut mengonsumsi pakan yang diambil langsung dari alam tanpa proses pelayuan.

Akibat tingginya kadar air dalam rumput karena hujan deras, kambing mengalami masalah pada rumen (sistem pencernaan).

“Pakan yang terlalu basah menyebabkan gas menumpuk di rumen. Akibatnya, gas tersebut mendesak diafragma, paru-paru, hingga jantung, yang akhirnya menyebabkan kematian mendadak,” paparnya..

Ia menambahkan bahwa pada periode awal Desember hingga saat ini, minimnya sinar matahari membuat proses pelayuan pakan sulit dilakukan. Peternak disarankan untuk melayukan rumput terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak guna mencegah kasus serupa.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Ketua RT 02 RW 02 Desa Pomahan, Parno, mengungkapkan bahwa total kerugian yang dialami peternak mencapai Rp240 juta.

“Setiap kambing rata-rata dihargai Rp3 juta. Dengan jumlah 80 ekor yang mati, total kerugiannya lebih dari Rp200 juta,” ujarnya.

Parno juga menyebutkan bahwa kematian kambing tidak terjadi serentak, melainkan secara bertahap selama satu bulan terakhir. Hingga kini, kasus kematian mendadak masih berlanjut.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Tim dari Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Ponorogo telah melakukan tindakan pencegahan, seperti pemberian vitamin dan penyemprotan kandang untuk menjaga kebersihan. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya menghentikan kasus kematian.

“Kami telah memberikan vitamin dan melakukan penyemprotan kandang, tetapi kematian kambing tetap terjadi,” ungkap Parno.

Kasus ini menjadi perhatian serius, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap ekonomi peternak di Desa Pomahan. Pemerintah diharapkan terus memantau dan mencari solusi untuk mencegah kasus serupa di masa depan. 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.