Minggu, 21 Jun 2026 10:31 WIB

LHKP Muhammadiyah Lamongan Gelar Seminar Wawasan Kebangsaan Bahas Isu Digitalisasi

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi membuka seminar wawasan kebangsaan LHKP PD Muhammadiyah. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi membuka seminar wawasan kebangsaan LHKP PD Muhammadiyah. (Foto : Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

jatimnow.com - Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LKHP) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Lamongan menggelar seminar wawasan kebangsaan dengan isu urgensi digitalisasi.

Kegiatan ini digagas sebagai reaksi dari dampak negatif yang ditimbulkan dari kemajuan teknologi informasi dan digital. 

Baca Juga: Telkom Dorong Transformasi Digital Pendidikan Melalui Program Pijar Sekolah

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengungkapkan bahwa Muhammadiyah memiliki peran besar dalam tonggak berdirinya bangsa ini.

Hari ini, katanya, wawasan kebangsaan bisa menjadi upaya untuk menjaga keutuhan bangsa.

"Wawasan kebangsaan mengangkat isu digitalisasi. Kita dihadapkan perkembangan teknologi AI, kita tidak bisa lagi membedakan hoax dan yang benar, karena dengan teknologi AI apapun bisa direkayasa," kata Pak Yes, Selasa (31/12/2024).

Oleh karenanya, beber Pak Yes, wawasan kebangsaan ini perlu untuk menjaga kebersamaan dan kedaulatan masayarakat.

"Ini harus menjadi perhatian kita, supaya kita tidak tersekat dan terbelah, wawasan kebangsaan kita menjadi sempit," urainya.

Baca Juga: Pasien Sempat Dievakuasi Akibat Kebakaran Kantin, RSMAD Kediri Pastikan Aman

Sementara itu, Ketua PDM Lamongan, Ali Shodikin menuturkan bahwa sejalan dengan momen pergantian tahun kegiatan ini menjadi ajang releksi untuk memperbaiki diri.

"Di akhir tahun LHKP mengadakan seminar kebangsaan untuk merefleksi masa lalu sekarang dan akan datang," tuturnya.

Ketua Panitia Seminar Wawasan Kebangsaan LKHP PD Muhammadiyah, M. Ali Zulfikar memaparkan bahwa perkembangan zaman banyak memberi perubahan dengan tema Merawat Spirit Kebangsaan Muhammadiyah di Tengah Perkembangan Tekhnologi Informasi dan Digitalisasi. 

Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan, TIPD UIN KHAS Jember Gelar Pelatihan Digital

"Kita tahu bahwa dunia digital selain memudahkan tapi juga momok bila tidak dimanfaatkan dengan baik. Misal pinjol, judol dan penipuan di dunia digital," ungkapnya.

Tujuannya, kata Ali Zulfikar, untuk memberikan bekal agar warga persyarikatan Muhammadiyah mengetahui etika dan cara menggunakan media sosial yang baik benar.

"Banyak korban, maka kita ingin tahu cara cerdas menggunakan media sosial dan gadget. Ketika kita sudah memiliki wawasan bijak bersosial media, maka dari itu kita perlu belajar menggunakan digitalisasi dengn baik dan benar," bebernya. 

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.