Kamis, 18 Jun 2026 06:09 WIB

Operasi Teknologi Modifikasi Cuaca di Jatim Diperpanjang 10 Januari, Kenapa?

Suasana rapat tim monitoring perpajangan TMC hingga tanggal 10 Januari 2025 di Juanda. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)
Suasana rapat tim monitoring perpajangan TMC hingga tanggal 10 Januari 2025 di Juanda. (Foto: Ahaddiini HM/jatimnow.com)

jatimnow.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperpanjang pelaksanaan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Jawa Timur hingga 10 Januari 2025.

Keputusan ini diambil untuk mengurangi risiko banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya seiring dengan tingginya curah hujan yang diprediksi pada akhir Desember hingga Januari.

Baca Juga: Cuaca Akhir Pekan Jatim: 4 Daerah Diminta Waspada Hujan Lebat

Pj Gubernur Jawa Timur Adhi Karyono menjelaskan bahwa perpanjangan TMC dilakukan setelah terbukti efektif dalam mengurangi curah hujan pada tahap pertama.

“TMC membantu mengalihkan hujan dan mengurangi potensi banjir. Kami berharap operasi ini semakin efektif dengan menggunakan peta yang lebih detail,” kata Adhi saat mengunjungi posko TMC di Juanda, Sidoarjo, Senin (30/12/2024).

Adhi menambahkan bahwa TMC kali ini akan menggabungkan sistem pemetaan dengan analisis yang lebih tepat untuk menentukan lokasi yang berisiko banjir.

“Dengan pendekatan ini, kami dapat memberikan TMC secara selektif, terutama di daerah yang sudah terdampak banjir atau berpotensi tinggi,” ungkapnya.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Berawan

Direktur Tata Kelola Modifikasi Cuaca BMKG Budi Harsoyo, menjelaskan bahwa TMC diperpanjang berdasarkan permintaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan BNPB.

"Operasi TMC dilaksanakan sejak 18 Desember dan diperpanjang hingga 10 Januari 2025 untuk mengurangi dampak banjir bandang dan longsor, mengingat prediksi curah hujan tinggi di wilayah Jawa Timur," kata Budi.

Budi menjelaskan bahwa fenomena La Nina dan faktor atmosfer lainnya meningkatkan curah hujan, baik di Jawa Timur maupun di wilayah Indonesia lainnya.

Baca Juga: BMKG Ungkap Lima Daerah di Jatim Diintai Hujan Petir, Gresik Waspada Ganda

“Kami memantau dan mengantisipasi daerah yang berisiko tinggi, terutama wilayah Tapal Kuda yang diprediksi mengalami hujan lebih intens,” lanjutnya.

Deputi Bidang Sistem Strategi BNPB Raditya Jati, menegaskan bahwa TMC merupakan upaya mitigasi untuk mengurangi bencana hidrometeorologi berdasarkan data historis dan peta risiko banjir.

“TMC dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, seperti pasokan air untuk pertanian dan pengisian waduk, sekaligus mengurangi risiko banjir,” kata Raditya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.