Kamis, 18 Jun 2026 02:15 WIB

DK4 Sebut Ada 500 Arca Kediri di Berbagai Daerah, Ini yang Urgent untuk Dipulangkan

  • Penulis :
  • | Jumat, 20 Des 2024 09:35 WIB
14 arca yang berhasil dipulangkan ke Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)
14 arca yang berhasil dipulangkan ke Kediri. (Foto: Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Ketua Dewan Kesenian dan Kebudayaan Kabupaten Kediri (DK4) Imam Mubarok mendukung penuh upaya pengembalian kekayaan peninggalan sejarah.

Pihaknya juga terus memberikan rekomendasi untuk pengembalian arca-arca lain.

Baca Juga: Ponpes Al Falah Kediri Ditetapkan Tuan Rumah Munas Alim Ulama dan Konbes NU

Sebelumnya, 14 arca peninggalan Situs Tondowongso, berhasil dipulangkan ke Kediri. Setelah ditemukan 2007 silam, dua tahun kemudian arca yang diperkirakan ada sejak tahun 1025 itu dititipkan di Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Trowulan.

Dari 14 arca yang berhasil dikembalikan ke Kabupaten Kediri ini, Arca Siwa Catur Muka menjadi master piece karena bentuknya yang langka. Dimana biasanya catur muka ini merupkan arca brahma. Namun arca milik Kabupaten Kediri tersebur ditemukan simbol tertentu yng merujuk pada Arca Siwa.

DK4 menyebut, kurang lebih 500 arca masih berada di berbagai daerah seperti Museum Nasional, BPK Wilayah 11, Museum Mpu Tantular, hingga Museum Sonobudoyo Yogyakarta.

Dari berbagai ratusan arca yang ingin dikembalikan, pihaknya mengatakan Prasasti Harinjing yang memiliki urgensi paling tinggi untuk dikembalikan ke Kediri. Pasalnya prasasti tersebut merupakan prasasti yang menyebut 25 Maret sebagai hari jadi Bumi Panjalu.

Baca Juga: Razia Gabungan di Lapas Kediri, Petugas Amankan Barang Terlarang

“Harinjing ini sebagai cikal bakal hari jadi Kabupaten Kediri, kalau bisa harus dipulangkan,” katanya.

Selain Harinjing, ada temuan badong emas 1 kg yang kini tersimpan di Museum Mpu Tantular. Hiasan di dada berornamen Garudeya yang terbuat dari emas itu ditemukan di Desa Plaosan, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri oleh Seger pada tahun 1989.

Badong ini diduga kuat milik Raja Tohjaya putra Ken Arok yang tewas di tombak akibat pemberontakan dan melarikan diri hingga di daerah Katang Lumbang Kediri.

Baca Juga: Khofifah Komitmen Jatim Garda Terdepan Penguatan Industri Gula Nasional

Hiasan berornamen Garudeya ini dibuat dari emas 22 karat dengan berat keseluruhan 1.163,09 gram. Dihiasi 64 batu permata yang sebagian sudah hilang hingga tinggal 48 buah. Batu permata disusun secara simetris berdasarkan warna di bagian kiri dan kanan.

“Temuan badong emas ini juga menarik, sekarang di Museum Mpu Tantular. Tapi ini tidak cuma di BPK Wilayah 11 saja, masih banyak,” tandasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.