Sabtu, 20 Jun 2026 04:44 WIB

Gus Fawait Siap Turunkan Retribusi Pasar di Jember usai Dilantik

  • Penulis : Sugianto
  • | Rabu, 18 Des 2024 09:18 WIB
Gus Fawait saat blusukan ke Pasar Tanjung beberapa waktu lalu. (Foto: dok. jatimnow.com)
Gus Fawait saat blusukan ke Pasar Tanjung beberapa waktu lalu. (Foto: dok. jatimnow.com)

jatimnow.com - Muhammad Fawait siap merevisi peraturan daerah untuk menurunkan retribusi pasar yang saat ini sangat membebani warga Jember.

Hal ini terkait Perda Jember yang terbit di akhir 2023. Dalam Perda itu retribusi pasar yang harus disetor oleh para pedangan naik 100-200 persen.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

"Maka ketika kami dilantik Februari nanti, hal yang pertama kami lakukan adalah mengajukan revisi Perda atau menerbitkan Perbup untuk menurunkan retribusi pasar," kata Gus Fawait, Rabu (18/12/2024).

Diterangkan, pasar tradisional merupakan lokasi perekonomian rakyat miskin kota. Sehingga pemerintah harus hadir melindungi pedagang kecil agar tidak semakin sengsara.

"Salah satunya adalah retribusi pasar tidak boleh kami menaikan seenaknya sendiri. Tanpa ada perbaikan fasilitas pasarnya," tegas Gus Fawait.

Ia mengungkapkan, dalam 4 tahun terakhir tidak ada rehab pasar tradisional sama sekali. Padahal lokasi perputaran uang dan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Warga Mayang Jember Syok Temukan Kerangka Manusia Saat Panen Singkong

"Pasar tradisional kami compang-camping. Seperti Pasar Tanjung. Itu tidak ada musalanya, petugas kebersihannya dan ini adalah PR kami," ucap Gus Fawait.

Sebelumnya, Gus Fawait pernah berkunjung ke Pasar Tanjung, pada Kamis 3 Oktober lalu. Dari keluhan para pedagang, Gus Fawait berjanji akan menurunkan retribusi pasar jika ditakdir jadi bupati Jember.

Halimah, pedagang sayuran, menyuarakan keresahannya tentang biaya retribusi yang tinggi.

Baca Juga: Tidur di Pos Ronda, Motor Warga Digasak Maling di Bangsalsari Jember

"Pajak di sini naik terus, Gus, sudah tidak terjangkau lagi. Tolong nanti kalau jadi bupati, turunkan kembali retribusinya," katanya.

Devi, pedagang di lantai dua, menyampaikan masalah lain. Manajemen pasar yang menurutnya tidak berjalan maksimal.

"Petugas jarang keliling, jadi konflik antara pedagang atas dan bawah terus terjadi. Fasilitas juga tidak ada perbaikan," ungkapnya kecewa.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.