Selasa, 16 Jun 2026 15:38 WIB

Tanah Gerak di Trenggalek Makin Parah, 23 Warga Mengungsi

Kondisi bencana tanah gerak di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Kondisi bencana tanah gerak di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Puluhan warga Dusun Depok, Desa Ngrandu, Kecamatan Suruh, Kabupaten Trenggalek terpaksa mengungsi akibat tanah gerak yang makin parah, pada Selasa (17/12/2024). Akses jalan dan rumah mereka rusak.

Kapolres Trenggalek, AKBP Indra Ranudikarta mengatakan, bencana tanah gerak ini menyebabkan 19 rumah dan 1 musala rusak. Total terdapat 23 warga terdampak bencana ini yang terpaksa mengungsi ke posko.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

“Ada sekitar 23 warga yang terdampak bencana tanah gerak. Saat ini warga telah mengungsi ke posko," ujarnya, Rabu (18/12/2024).

Bencana tanah gerak ini juga berpotensi menyebabkan tanah longsor. Saat ini pergerakan tanah telah mencapai radius 200 meter dari lokasi awal dengan kedalaman 2 meter.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

Polisi menyalurkan berbagai bantuan makanan dan obat-obatan kepada warga terdampak bencana tanah gerak.

“Kami mengimbau agar warga tetap waspada dan menjauh dari lokasi yang berpotensi terjadinya longsor, mengingat saat ini musim hujan," paparnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Sementara itu, salah satu warga Yeni Yuliawati (23) mengaku tanah gerak sebenarnya sudah terjadi sejak 2 tahun lalu. Namun, tanah gerak terjadi semakin parah sejak Senin (16/12/2024) malam. Kondisi rumah sudah rusak parah. Lantai dan tembok terbelah akibat gerakan tanah. Bersama keluarga Yeni memutuskan untuk mengungsi ke posko atau rumah warga yang lebih aman.

“Semoga segera ada bantuan dari pemerintah. Karena banyak rumah warga rusak dan tidak dapat ditinggali lagi," pungkasnya.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.