Minggu, 21 Jun 2026 10:09 WIB

Pemkab Trenggalek Buka Segel 2 Tambak Udang, Sempat Cemari Lingkungan

Pembukaan segel dua tambak udang di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Pembukaan segel dua tambak udang di Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Pemkab Trenggalek membuka segel 2 tambak udang di Kecamatan Munjungan yang sempat mencemari lingkungan. Tambak udang tersebut dinyatakan telah memenuhi syarat.

Tambak udang tersebut sebelumnya sempat menimbulkan keresahan warga atas pencemaran yang ditimbulkan. Ratusan warga Kecamatan Munjungan ini pun melakukan aksi demo di depan Pendapa Trenggalek. 

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Usai aksi tersebut, Pemkab Trenggalek menyegel 11 tambak udang yang disinyalir melakukan pencemaran berupa limbah. Namun, beberapa waktu lalu Pemkab Trenggalek kembali membuka segel 2 tambak udang.

"Ada 2 tambak udang di Kecamatan Munjungan yang kami buka segelnya," ujar Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebarakan, Habib Solehudin, Selasa (3/12/2024).

Menurutnya, 2 tambak udang yang dibuka kembali sudah memenuhi persyaratan. Di antaranya, persyaratan administrasi dan perbaikan IPAL.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Dari hasil evaluasi hanya ada 2 tambak udang yang telah memenuhi syarat untuk dibuka kembali," terangnya.

Sedangkan untuk 9 tambak udang lainnya belum memenuhi syarat, sehingga belum bisa beroperasi kembali. Seperti persyaratan administrasi, belum melakukan perbaikan IPAL hingga berada di atas lahan sawah dilindungi (LSD).

"Kami juga akan melakukan monitoring secara berkala tehadap 2 tambak udang yang telah beroperasi kembali," imbuhnya.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

Nantinya akan ada tim khusus yang melakukan pengecekan air limbah dari tambak udang. Hal itu bertujuan untuk melibat kualitas baku mutu.

"Setelah dibuka kembali, secara berkala akan dilakukan uji lab kualitas airnya," pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.