Minggu, 14 Jun 2026 11:32 WIB

Warga Ponorogo Tewas di Gunung Semampir, Diduga Jatuh Terbentur Batu

Evakuasi pria Ponorogo yang tewas di lereng gunung. (Foto: tangkapan layar media sosial  for jatimnow.com)
Evakuasi pria Ponorogo yang tewas di lereng gunung. (Foto: tangkapan layar media sosial for jatimnow.com)

jatimnow.com - Pria bernama Sunarno (58) ditemukan tewas di lereng Gunung Semampir, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo, Senin (2/12/2024) malam.

Warga setempat menduga korban terpeleset saat mencari kayu bakar, hingga terbentur batu besar yang ditemukan di dekat jasadnya.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Kapolsek Ngebel, AKP Tutut Ariyanto, menjelaskan bahwa Sunarno sempat pamit mencari kayu sekitar pukul 14.00 WIB.

Namun, hingga malam hari, korban tak kunjung kembali ke rumah, sehingga keluarganya melapor dan mengajak warga untuk melakukan pencarian.

"Korban ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB oleh tim pencari dalam kondisi tak bernyawa. Ada luka di bagian kepala dan pundak, diduga terkena batu besar yang berada di dekatnya," ujar AKP Tutut, Selasa (3/12/2024).

Evakuasi jenazah Sunarno berlangsung dramatis. Medan curam dan licin di lereng Gunung Semampir membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo bersama warga membutuhkan waktu 2 jam untuk menurunkan jasad korban ke pemukiman.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Hadi Susanto, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Ponorogo, mengatakan pihaknya menerima laporan sekitar pukul 18.30 WIB dan langsung bergerak ke lokasi.

"Medan di lereng sangat sulit, curam, dan licin. Tim harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan selama evakuasi," ungkap Hadi.

Menurutnya, kondisi korban menunjukkan luka serius pada kepala dan patah tulang di beberapa bagian tubuh, diduga akibat benturan dengan batu besar di lokasi kejadian.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Setelah dievakuasi, jasad korban langsung divisum di rumah sakit dan diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Gatot Subagiyo, salah satu warga Desa Ngebel, mengungkapkan bahwa korban memang sering mencari kayu bakar di hutan sekitar gunung.

"Biasanya beliau pulang sebelum malam. Tapi kemarin kok tidak pulang-pulang, makanya kami cari bersama warga lain. Baru ditemukan di lereng gunung dalam kondisi seperti itu," tutur Gatot.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.