Kamis, 18 Jun 2026 20:44 WIB

Diduga Kelelahan, 2 Petugas Pemilu di Jatim Meninggal 7 Tumbang

Pernyataan resmi KPU Jatim (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Pernyataan resmi KPU Jatim (foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua orang petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Jawa Timur meninggal dunia pada pelaksanaan Pilkada 2024. Selain itu, sebanyak tujuh orang KPPS tersebar di kabupaten/kota masuk rumah sakit.

"Data sementara yang masuk saat ini ada 7 orang sakit, dan 2 orang meninggal dunia. Semoga tidak bertambah ya," kata Komisioner KPU Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Eka Wisnu Wardhana, Rabu (27/11/2024).

Baca Juga: Foto: Podcast KPU Jatim, Solusi Edukasi Pemilih yang Hemat Biaya

Dua petugas KPPS meninggal dunia itu masing-masing di Kabupaten Kediri dan Kota Kediri. Sedangkan tujuh KPPS yang masuk RS, yakni 1 petugas di Banyuwangi, 1 petugas di Tulungagung, 1 petugas di Ngawi, 1 petugas di kota Mojokerto, 1 petugas di kota Malang, dan 1 petugas di Pasuruan, serta 1 lagi di Pamekasan.

Sementara itu, Sekretaris KPU Jatim, Nanik Karsini, menyebut bahwa para petugas yang sakit dan meninggal dunia ini akan diberikan santunan. 

Baca Juga: KPU Jatim Gandeng PFI Surabaya Gelar Pelatihan Optimasi SEO Fotografi

"Untuk petugas yang jatuh sakit, saat ini sedang dirawat secara intensif di rumah sakit terdekat di wilayah masing-masing," katanya.

Menurut Nanik, KPU sudah menyiapkan asuransi berupa BPJS ketenagakerjaan atau santunan bagi petugas yang sakit dan meninggal. Nantinya akan diberikan kepada masing-masing keluarga petugas tersebut.

Baca Juga: Mobil Dinas Ditarik untuk Efisiensi, KPU Lamongan Coba Pinjam ke Pemkab

"Besaran nominal yang diberikan untuk petugas yang meninggal dunia sebesar Rp36 juta ditambah Rp 10 juta untuk bantuan biaya pemakaman. Sedangkan untuk yang sakit sesuai dengan kualifikasinya yakni, sakit ringan sebesar Rp 2 juta hingga berat sebesar Rp30,8 juta," tandasnya.

Editor : Redaksi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.