Jumat, 12 Jun 2026 01:56 WIB

Ini Alasan Mantan Kajati Jatim Terjun ke Dunia Politik

Mantan Kajati jatim Maruli Hutagalung
Mantan Kajati jatim Maruli Hutagalung

jatimnow.com - Tudingan proses perekrutan kader NasDem melalui transaksi ancaman hukum dimentahkan oleh Maruli Hutagalung. Mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur ini menegaskan bahwa partai NasDem tidak pernah menggunakan instrumen penegakkan hukum untuk kepentingan politik.

"Kalau soal ada yang masuk ke Partai NasDem, ya itu pilihan politik. Bisa jadi karena banyak yang melihat bahwa NasDem ini konsisten membangun bangsa dengan total mendukung Pak Jokowi. Dari sana banyak yang simpati dan akhirnya masuk NasDem," ujar Maruli di Surabaya, Sabtu (29/9/2018).

Maruli yang kini resmi menjadi politisi NasDem ini mengatakan bahwa perpindahan kader partai ke partai yang lain lantaran pandangan politik dirasa wajar.

"Jadi jangan karena kadernya pindah, terus marah-marah menuding yang tidak-tidak," imbuh Maruli yang pernah terlibat dalam penyelamatan aset negara Rp200 miliar di Surabaya ini.

Maruli sendiri saat memutuskan masuk ke dunia politik setelah purna bakti dari korps Kejaksaan, terlebih dahulu mencermati sejumlah partai politik. Saat proses memilih itulah dia mantap berlabuh ke NasDem karena komitmen partai terhadap pemberantasan korupsi.

"Saya masuk NasDem bukan karena apa, tapi karena di partai ini tanpa mahar, tidak transaksional. Saya tidak mengeluarkan sepeser pun utk mengurus pencalegan," ujar Maruli yang menjadi caleg DPR RI dari daerah pemilihan Surabaya-Sidoarjo.

Maruli berpendapat bahwa komitmen tanpa mahar menjadi fondasi bagi terciptanya politik yang jujur dan transparan yang pada gilirannya melahirkan sistem demokrasi yg sehat.

"Jadi saya rasa kurang tepat jika orang masuk NasDem karena ditransaksikan dengan pengusutan sebuah perkara hukum," ujarnya.

Maruli juga masih ingat betul, saat menjadi kepala Kejati Jatim, Jaksa Agung Prasetyo selalu mengingatkan untuk tanpa pandang bulu mengusut tuntas kasus-kasus korupsi. Bahkan kalau ada kader NasDem kena korupsi, langsung tahan saja.

"Itu perintah Pak Jaksa Agung. Padahal orang nuduhnya dia itu pentolan NasDem jadi pasti membela NasDem. Kenyataannya saya diinstruksikan untuk sikat siapa yang korupsi meski dia kader NasDem," pungkas Maruli.

Baca Juga: Pemberangkatan Haji Embarkasi Surabaya Capai 36 Kloter, Ada 23 Kursi Kosong

Editor : Arif Ardianto
Berita Terbaru

Optimalkan Produksi Pertanian, Bupati Jember Dorong Petani Muda Masuk Kepengurusan Poktan

Bupati Jember meminta Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) segera berkoordinasi dengan para camat, Gapoktan, dan Poktan untuk menambah keterlibatan generasi muda dalam organisasi petani.

AstraPay Perkuat Digitalisasi UMKM, Dukung Percepatan QRIS Nasional

AstraPay memperkuat digitalisasi UMKM melalui edukasi, QRIS, dan literasi keuangan. Hingga kini telah melayani 17,5 juta pengguna di Indonesia

Savyavasa Mulai Serah Terima Unit, Tandai Babak Baru Hunian Premium Jakarta

Savyavasa mulai serah terima unit kepada penghuni. Apartemen premium di Dharmawangsa ini mencatat penjualan kuat dan minat sewa yang tinggi

MRAN 2026, Bentuk Kepedulian dan Solidaritas Bagi ODHA di Tulungagung

Renungan ini menjadi momen menumbuhkan harapan menghapus stigma dan mengenang ODHA yang sudah meninggal.

BRI Unit Benowo Surabaya Pindah Kantor Mulai 15 Juni, Cek Lokasi Barunya

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk memindahkan operasional BRI Unit Benowo Surabaya ke Jalan Raya Pakal per 15 Juni 2026. Cek detail lokasinya.

Menelusuri Jejak Legenda di Balik Danau Ronggojalu Probolinggo

Danau Ronggojalu dapat diakses dengan mudah, hanya memerlukan waktu tempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Probolinggo.