Kamis, 18 Jun 2026 15:46 WIB

Tanah Longsor Tutup Akses Jalan Madiun ke Telaga Ngebel Ponorogo

Tanah longsor menutup jalan utama di Dusun Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. (Dok. BPBD Ponorogo)
Tanah longsor menutup jalan utama di Dusun Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. (Dok. BPBD Ponorogo)

jatimnow.com - Hujan deras yang mengguyur wilayah Ponorogo sejak Senin (18/11/2024) sore hingga Selasa (19/11/2024) dini hari menyebabkan tanah longsor di Dusun Sekodok, Desa/Kecamatan Ngebel, Ponorogo. 

Akibatnya, akses jalan utama yang menghubungkan Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, menuju kawasan wisata Telaga Ngebel terputus total.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Material longsor yang menutup jalan memiliki lebar sekitar 5 meter dan jalur luncur setinggi 15 meter. Selain memutus akses, longsoran ini juga mengancam satu rumah warga yang berlokasi sangat dekat dengan titik longsor.

"Longsor terjadi dua kali. Yang pertama menjelang magrib, tapi tidak terlalu parah. Longsor kedua terjadi malam hari, suaranya cukup menggelegar dan material langsung menutup jalan," jelas Rianto, warga Selasa (19/11/2024).

Akibat longsor ini, warga sekitar, termasuk pelajar dan pedagang, harus memutar sejauh 3 hingga 5 kilometer menggunakan jalur alternatif.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

“Saya terpaksa memutar jauh saat mengantar anak sekolah pagi ini karena jalan sudah tidak bisa dilalui," ungkap Prapto, warga setempat.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo, Hadi Susanto, menjelaskan bahwa longsor ini mengakibatkan kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas. 

Baca Juga: DPRD Jatim Temukan Penyebab Utama Longsor di Jalur Ponorogo-Pacitan

"Kami sedang menunggu alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum untuk membersihkan material longsor. Jika dikerjakan manual, akan sulit dan memakan waktu lama," ujar Hadi.

Saat ini, tim gabungan dari BPBD, aparat desa, dan masyarakat setempat terus memantau lokasi untuk mencegah dampak yang lebih parah.

Editor : Yanuar D
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.