Minggu, 21 Jun 2026 09:06 WIB

Debat Pilkada Jatim: Luluk Sebut Daya Tampung Sampah Jawa Timur Belum Memadai

Luluk - Lukman dalam Debat Pilgub Jatim di Grand City Surabaya. (Foto: KPU Jatim for jatimnow.com)
Luluk - Lukman dalam Debat Pilgub Jatim di Grand City Surabaya. (Foto: KPU Jatim for jatimnow.com)

jatimnow.com - Cagub Jatim dari nomor urut 1, Luluk Nur Hamida menyoroti masalah pengelolaan sampah yang belum memadai di Jawa Timur.

Ia menegaskan bahwa Jawa Timur merupakan salah satu penyumbang sampah terbesar di Indonesia, namun kemampuan pengelolaannya masih sangat terbatas.

Baca Juga: KPU Jatim Umumkan Khofifah-Emil sebagai Gubernur-Wakil Gubernur di Pilgub 2024

"Kita juga penghasil sampah terbesar di Indonesia, di mana setiap tahun kita menghasilkan 6,1 juta ton sampah, sementara kemampuan dan manajemen pengelolaan sampah hanya 2,6 juta ton setiap tahun," ujar Luluk dalam Debat Pilkada Jatim, Senin (18/11/2024).

Ia juga menyoroti kualitas udara di Jawa Timur. Luluk menyampaikan bahwa polusi udara ini memiliki dampak jangka panjang yang serius, khususnya terhadap kesehatan masyarakat.

"Kita juga memiliki kualitas udara di Jawa Timur yang semakin memburuk dalam lima tahun terakhir,” tambahnya.

Baca Juga: Daftar 22 Pasangan Kepala Daerah di Jatim yang Dilantik 6 Februari 2025

Masalah Sungai Brantas juga menjadi perhatian utama dalam pernyataan Luluk. Sebagai salah satu sungai terpenting di Jawa Timur, kondisinya saat ini dinilai sudah sangat memprihatinkan.

Luluk menggarisbawahi bahwa pemulihan Sungai Brantas harus menjadi prioritas guna mendukung kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar aliran sungai tersebut.

"Sungai Brantas, sebagai urat nadi di Jawa Timur, dalam kondisi tercemar parah, dan bahkan tercemar di Indonesia,” tegasnya.

Baca Juga: Isi Pesan Cagub Luluk ke Khofifah usai Kalah di Pilgub Jatim 2024

Menutup pernyataannya, Luluk memberikan gambaran tentang bagaimana pembangunan di Jawa Timur harus mencakup pendekatan yang berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kebijakan yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

"Membangun infrastruktur tentu saja bukan hanya membangun sesuatu yang bersifat fisik, tetapi infrastruktur sesungguhnya adalah membangun peradaban dan martabat kemanusiaan,” pungkasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.