Selasa, 16 Jun 2026 19:31 WIB

Ratusan Warga 2 Desa di Trenggalek Protes Jalan Rusak, Cabup Siap Perbaiki?

Motor obrok yang digunakan pendemo saat mendatangi DPRD Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)
Motor obrok yang digunakan pendemo saat mendatangi DPRD Trenggalek. (Foto: Bramanta Pamungkas/jatimnow.com)

jatimnow.com - Menjelang coblosan Pilkada 27 Juni, ratusan warga dari dua kecamatan meluruk Kantor DPRD Trenggalek. Mereka protes atas kondisi jalan rusak selama bertahun-tahun.

Mereka berasal dari Desa Pandean, Kecamatan Dongko dan Desa Gembes, Kecamatan Munjungan. Massa mengendarai pikap dan motor obrok.

Baca Juga: Bank Jatim Salurkan CSR ke Trenggalek Berupa Floor Projector Highlight

Beberapa motor obrok warga yang melakukan aksi juga diberikan tulisan aspirasi mereka. Seperti 'Tolong ya pak, jalannya dibenahi agar aku bisa menafkahi anak dan istri'.

Ketua Persatuan Masyarakat, Mei Wahyudin mengatakan, jalan di dua desa tersebut kondisinya sudah rusak selama bertahun-tahun dan tidak ada perbaikan yang dilakukan oleh Pemkab Trenggalek. Jalan rusak itu merupakan akses utama bagi warga.

"Jalan yang rusak itu sepanjang 3 kilometer, yang sampai saat ini tidak kunjung diperbaiki," ujarnya, Senin (18/11/2024).

Menurut Mei, pada tahun 2023 masyarakat melakukan perbaikan jalan secara mandiri menggunakan dana pinjaman. Dan saat ini masih ada 3 kilometer jalan rusak yang belum diperbaiki.

Baca Juga: JLS di Tulungagung Telah Rampung Pembangunannya, Tiga Kabupaten Sudah Terhubung

"Jalan ini sangat penting bagi warga, terutama para pedagang sayur dan petani yang mengelola hutan," paparnya.

Karena kemampuan warga terbatas untuk memperbaiki jalan, maka mereka menuntut agar Pemkab Trenggalek melakukan perbaikan jalan yang berstatus jalan daerah tersebut. Mengingat jalan ini menjadi jalur ekonomi warga untuk menghidupi keluarganya.

Akses jalan yang juga dikenal sebagai Jalur Mlumpit ini sudah tidak layak digunakan lagi, karena kerusakan cukup parah. Dan aksi ini murni untuk kepentingan masyarakat tanpa ada unsur politik.

Baca Juga: Penutupan Jalan Utama Tulungagung - Trenggalek Tertunda, Ini Alasannya

"Kami minta agar pemerintah segera melakukan betonisasi dan pembuatan jalan hotmix, agar masyarakat bisa bekerja dengan aman, kami berharap agar pemerintah mendengar dan segera merespon tuntutan kami," pungkasnya.

 

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.