Kamis, 18 Jun 2026 02:45 WIB

Pengusaha Tionghoa Jember Temui Gus Fawait, Sambat Dicueki Pemimpin Lama

  • Penulis : Sugianto
  • | Kamis, 14 Nov 2024 07:52 WIB
Para pengusaha Tionghoa di Jember berdiskusi dengan Cabup Gus Fawait (Foto: Sugianto/jatimnow.com)
Para pengusaha Tionghoa di Jember berdiskusi dengan Cabup Gus Fawait (Foto: Sugianto/jatimnow.com)

jatimnow.com - Merasa pernah kesulitan berkomunikasi dengan pimpinan daerah, belasan perwakilan pengusaha Tionghoa menemui calon bupati Jember Muhammad Fawait, Rabu (13/11/2024) malam.

Bertempat di Posko Cinta Jalan Gajah Mada Kaliwates, para pengusaha ini berkeluh kesah apa yang dialami selama ini kepada Gus Fawait.

Baca Juga: Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Teguh Jaya salah satu perwakilan pengusaha Tionghoa menyampaikan, dengan pemimpin baru Jember diharapkan bisa mengakomodir semua pihak. Baik pengusaha Tionghoa dan pengusaha lainnya.

"Jadi bisa bersinergi dengan pemerintah daerah. Sehingga usaha kita bisa surplus, bisa menghidupi karyawan, kemiskinan turun dan PAD meningkat," kata Teguh.

Maka dari itu, ia merasa bersyukur diberi kesempatan secara langsung bertemu dengan pasangan calon nomor 2, dengan harapan Jember punya pemimpin baru.

"Pemimpin yang punya terobosan, yang sebelumnya belum ada. Banyak sekali yang dipaparkan, banyak keunggulan Paslon 2 yang disampaikan. Jadi beliau punya langkah khusus, supaya kita semua bisa bersinergi dan pendapatan meningkat," kata Teguh.

Teguh dan kawan-kawan mengakui, setelah pandemi Covid-19 pendapatan masyarakat turun, dan itu benar-benar dirasakan.

"Pemerintah selain punya anggaran, juga mengharap investor. Kita harus akrab dengan pengusaha," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Jember Serahkan Puluhan Kendaraan Penunjang Koperasi Merah Putih

Hasil pertemuan dengan Gus Fawait, kedepan ada tim khusus untuk komunikasi. Pasalnya, pengalamannya hingga hari ini untuk komunikasi dengan pimpinan sangat susah sekali.

"Kalau komunikasi susah, ekonomi saya rasa juga gak jalan," ungkapnya.

Sedangkan Gus Fawait menyatakan, investasi sektor riil di Jember itu turun kurang lebih 51 persen. Ketika investasi Jawa Timur naik, Banyuwangi, Lumajang dan Situbondo naik sedangkan di Jember turun.

"Karena investasi sekitar riil ini lapangan pekerjaan tidak terbuka, maka tidak heran pengangguran masih tinggi. Salah satu instrumen untuk mengatasi kemiskinan, investasi di sektor rill," urainya.

Baca Juga: Bupati Jember Perintahkan Dinas TPHP Cabut Izin Kios Pupuk Subsidi Nakal

Maka dari itu, Gus Fawait jika ditakdirkan menjadi Bupati Jember periode mendatang akan mengajak pengusaha lokal dan luar untuk berinvestasi.

"Dengan jaminan, perizinan dipermudah, infrastruktur kita perbaiki, mulai bandara, kemacetan di Mangli dan sebagainya," harap Gus Fawait.

"Sehingga, investor dari Jember dan luar Jember semakin banyak yang menanamkan modal di Jember," tandasnya.

Editor : Zaki Zubaidi
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.

Curi Uang Kotak Amal Masjid, Pria di Blitar Diarak Warga

Pihak takmir masjid dan warga jemput pelaku di rumah, kini pelaku sudah diserahkan ke pihak berwajib.