Minggu, 21 Jun 2026 03:46 WIB

Misteri Kepsek SMKN 1 Menyaru Jukir Usai Terjadi Kekerasan

Foto Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Surabaya Bahrun yang mengenakan rompi juru parkir yang sempat viral.
Foto Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Surabaya Bahrun yang mengenakan rompi juru parkir yang sempat viral.

Baca Juga: Prakiraan Cuaca Surabaya Hari Ini: Cerah Berawan

jatimnow.com - Foto Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 1 Surabaya Bahrun yang mengenakan rompi juru parkir (Jukir) sempat viral. Namun, foto itu menyisakan misteri karena selama ini tidak ada pengakuannya.
 
Begini kisahnya:
 
Setelah terjadi insiden kekerasan dan memaki MRA, ZU dan ZA, Kelas 11 Multimedia 2. MRA, siswa inklus, Bahrun meninggalkan sekolah karena ada kepentingan, Rabu (26/9/2018).
 
Lantas tidak lama kemudian Budi Sugiharto, orang tua RA datang bersama istrinya berusaha untuk mengklarifikasi kejadian itu. 
 
Saat itu, hanya ditemui sejumlah guru dan wakil kepala sekolah SMKN 1 Surabaya. Salah satu yang menemui yaitu Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kesiswaan, Asslamet.
 
Wartawan juga berdatangan sejak Pk 10.30 WIb. Ada kabar jika Bahrun siap memberikan klarifikasi pukul 13.00 wib. Namun hingga hampir pukul 13.45 Wib, Bahrun mengabarkan jika dalam perjalanan. Berulangkali dikonfirmasi wakasek juga gagal.
 
Padahal Kapolsek Wokokromo Kompol Rendy Surya dan anak buahnya sudah menunggu. Sekitar pukul 14.00 Wib, dikabarkan Bahrun yang disebut mengendarai mobil sekolah warna hijau akan datang. 
 
Lantas Budi Sugiharto dan tiga siswa korban dimimta masuk ke ruangan kepala sekolah. Anehnya, di dalam ruangan yang ada pintu belakangnya itu sudah terdapat Bahrun. Ia langsung merangkul Budi Sugiharto sembari meminta maaf karena khilaf.
 
Tapi, bagaimana Bahrun bisa masuk sekolah tanpa diketahui wartawan?
 
Bahrun berhasil masuk ke ruangannya dengan cara menyamar juru parkir. Berompi dan mengenakan topi. Tapi, tetap saja aksi dia terekam kamera dan viral.
 
Saat dikonfirmasi, kepala sekolah SMK Negeri 1 Surabaya Bahrun membenarkan bahwa pria berompi jukir yang ada di foto itu dirinya.
 
"Ya itu saya. Saat itu saya kan rapat di luar sekolah jadi jika saya dicariin di ruangan memang tidak ada," jawab Bahrun.
 
"Atas saran dari petugas keamanan, saya disuruh memakai rompi," tambahnya.
 
Tidak hanya menyamar, Bahrun juga tidak masuk dari pagar utama sekolahnya. Melainkan melalui pintu gerbang sebelah barat. 
 
"Tidak kabur, memang saya sedang habis rapat dari luar," jelasnya.
Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.