Selasa, 16 Jun 2026 07:55 WIB

Gaya Pelayanan Publik di Surabaya saat Hari Pahlawan 2024

ASN Pemkot Surabaya memperingati Hari Pahlawan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
ASN Pemkot Surabaya memperingati Hari Pahlawan. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

jatimnow.com - Memeriahkan Hari Pahlawan pada 10 November, Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemkot Surabaya mengenakan busana bertema perjuangan, dengan pin merah putih.

Hal ini sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran (SE) Nomor 400.14.1.1/23803/436.8.6/2024 tentang Peringatan Hari Pahlawan Tahun 2024.

Baca Juga: Surabaya Uji Coba Aplikasi Perlinsos, Pendataan Bansos 15 Menit Jadi

Semua ASN, termasuk kepala OPD, Lurah, Camat serta bagian pelayanan kompak mengenakan pakaian perjuangan layaknya para pahlawan di era kemerdekaan. Pemandangan tersebut, salah satunya terlihat di Puskesman Ketabang, Surabaya.

Selain itu, banyak dari ASN yang memgenakan baju pejuang ala Veteran Ikonik warna cokelat lengkap dengan topi dan syal warna merah putih.

Plt Kepala Diskominfo Kota Surabaya, M Fikser mengatakan, penggunaan pakaian perjuangan ini dilakukan oleh seluruh pegawai di masing-masing bidang. Sebagai bentuk kekompakan dalam bekerja menyongsong Hari Pahlawan.

"Di akhir hari kerja di Minggu ini menyambut Hari Pahlawan para ASN dihimbau mengenakan pakaian perjuangan. Semua ASN tanpa terkecuali, termasuk mereka yang melakukan pelayanan," kata Fikser, dalam siaran resminya, Minggu (10/11/2024).

Baca Juga: Surabaya Jadi Percontohan Program Indonesia - UEA Cegah Sampah Plastik ke Laut

ASN Pemkot Surabaya memperingati Hari Pahlawan. (Foto: Ni'am Kurnaiwan/jatimnow.com) ASN Pemkot Surabaya memperingati Hari Pahlawan. (Foto: Ni'am Kurnaiwan/jatimnow.com)

Tak hanya memakai pakaian perjuangan, Fikser berharap, para ASN bisa mengimplementasikan semangat perjuangan di masa kini, dengan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.

"Jadi selain untuk memperingati Hari Pahlawan. Harapannya, ini menjadi semangat bagi para ASN untuk memberikan pelayanan di era pembangunan," tandas Fikser.

Baca Juga: Melihat Jejak Soekarno di Surabaya Melalui Pameran "Aku Arek Suroboyo"

Fikser menambahkan, memakai baju perjuangan juga dilakukan untuk memperkuat nilai kepahlawanan di Surabaya.

Untuk menyemarakkan peringatan Hari Pahlawan, Pemkot Surabaya juga menghimbau masyarakat serta pelaku usaha mengibarkan bendera maupun mengenakan busana, memperdengarkan lagu-lagu perjuangan, serta memasang aksesoris, ornamen, dan hiasan bertemakan perjuangan.

Editor : Endang Pergiwati
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.