Senin, 22 Jun 2026 10:37 WIB

Sengketa Tanah, Pemkab Ponorogo Disomasi Keturunan Mantan Bupati

Bupati Ipong
Bupati Ipong

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo mendapat somasi dari salah satu warganya. Somasi tersebut terkait dengan kepemilikan lapangan di lokasi wisata Telaga Ngebel.

Dalam somasi yang dilayangkan setahun lalu, Pemkab Ponorogo dituntut untuk segera angkat kaki meninggalkan tanah lapangan yang sering digunakan tempat hiburan warga Ponorogo tersebut.

Baca Juga: Ribuan Jemaah Hadiri Tabligh Akbar Seabad Gontor

Pasalnya, tanah seluas 2.200 meter persegi itu telah diakui menjadi milik perseorangan.

“Saat menerima somasi itu saya kaget. Karena ternyata tanah itu telah disertifikatkan,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Jumat (28/9/2018) pagi.

Ia menjelaskan, yang mensomasi mengaku sebagai keturunan dari mantan Bupati Ponorogo, Soebarkah Poetro Hadiwirjo.

“Saya lupa nama penggugatnya. Yang jelas anak mantan bupati atau keturunannya Bupati Soerbarkah,” bebernya.

Isi dari somasi tersebut intinya lapangan telah disertifikat dengan nama perseorangan. Bahkan sertifikat tersebut telah ada sejak tiga dekade lalu.

"Saya tidak tahu jelas bagaimana ceritanya kok bisa aset daerah itu berpindah menjadi milik perseorangan. Ya 30 tahun lalu, atau sekitar tahun 1980 an,” ujarnya.

Menanggapi persoalan tersebut, Ipong mengungkapkan sudah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengakusisi kembali aset daerah tersebut.

Baca Juga: Muscab X PPP Ponorogo, Empat Nama Mencuat Pimpin Partai

Seperti mendisposisikan penanganan perkara itu kepada sekda dengan jalan mengajukan gugatan balik melalui Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo.

"Saya juga sudah bilang ke Kepala Kejaksaan Negeri (kajari) Ponorogo, sekitar beberapa bulan lalu agar dibantu pengacara negara ketika menggugat tanah itu,’’ ungkapnya.

Namun sebelum itu, pihaknya akan mencoba menempuh jalur mediasi lebih dulu. Dengan harapan ada itikad baik dari pihak yang bersangkutan untuk mengembalikan kepemilikan tanah lapangan tersebut kepada pemkab.

‘’Kami coba akan beritahu kepada yang bersangkutan. Dari pada nanti ini malah kehilangan, bahkan sampai menjadi (perkara) pidana. Kalau bisa serahkan secara baik-baik ke pemkab,’’ terang Ipong.

Oleh sebab itu, Ipong menjadikan proses penyertifikatan aset daerah tersebut sebagai prioritas pada tahun depan.

Baca Juga: Jelang Ramadan Harga Bapokting di Ponorogo Terpantau Stabil

Dia berharap ada solusi terkait penganggaran dalam APBD 2019 dapat digunakan untuk mengurus proses sertifikasi aset daerah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Ponorogo.

"Toh saya pikir itu tidak mahal. Anggarkan saja pada APBD 2019 untuk sertifikasi seluruh aset daerah,’’ harapnya.

 

Editor : Erwin Yohanes
Berita Terbaru

Yakuza Maneges Sebut Aksi Cabul Kiai di Malang Berlangsung 25 Tahun, Ini Modusnya

Usai dilecehkan, beberapa santri di Malang diduga dipaksa menerima uang untuk tutup mulut.

Disertasi Doktoral Gus Fawait, Teori yang Sudah Diimplementasikan di Jember

Jember tercatat sebagai daerah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan Sekar Kijang (Jember, Banyuwangi, Bondowoso, Situbondo, dan Lumajang).

Lagi, Yakuza Manages Bongkar Dugaan Pelecehan Santri oleh Kiai di Malang

Yakuza Maneges sebut korban lebih dari satu dan berstatus anak, terjadi sejak 25 tahun yang lalu.

Cuaca Surabaya Cerah Akhir Pekan Ini Setelah Diguyur Hujan Deras Dini Hari

Kondisi cerah diperkirakan merata di berbagai kecamatan, baik di kawasan Surabaya Barat, Timur, Utara, Selatan maupun pusat kota.

Aliansi Pemuda Jatim Tolak Kehadiran Tiyo Ardianto di Jawa Timur

Aliansi Pemuda Jawa Timur menyatakan boikot terhadap Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto dan mengancam membubarkan kegiatannya di Jawa Timur.

Intip Bocoran Tren Intimate Wedding di Westin Surabaya Pekan Ini

The Westin Surabaya menggelar pameran The Art of Celebration pada 12–14 Juni 2026, menawarkan diskon paket sangjit 35 persen dan konsultasi vendor.